Listrik Padam Berhari-hari di Karimun, Warga Mengungsi ke Hotel dan Cafe, Manager PLN Tak Bisa Pastikan Kapan Normal

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 22:06:01 WIB
Warga mengisi daya ponsel di sebuah kafe yang memiliki genset di Karimun, Kepulauan Riau, Selasa (21/7/2026).

KARIMUN — Warga Karimun, Kepulauan Riau, harus merogoh kocek lebih dalam untuk menginap di hotel atau duduk berjam-jam di cafe hanya demi mendapatkan listrik. Pemadaman bergilir yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir akibat kerusakan teknis pada pembangkit membuat aktivitas warga lumpuh total.

Warga Rela ke Hotel Demi Anak, Pedagang Es Kehilangan Omzet

Lastri, pedagang pop ice di Coastal Area, hanya bisa pasrah. Sejak listrik padam, ia tak bisa berjualan es sama sekali. “Kalau ada uang, mau juga menginap di hotel, kasihan anak,” ujarnya polos, Selasa (21/7/2026). Ia mengaku anaknya tak bisa belajar di rumah karena gelap dan kepanasan tanpa kipas angin.

Hasil penelusuran di lapangan, mayoritas hotel di Karimun penuh. Cafe-cafe yang memiliki genset pun diserbu warga untuk sekadar mengisi baterai handphone. Bagi warga berpenghasilan rendah, pemadaman ini menjadi pukulan ganda karena mereka kehilangan penghasilan harian.

PLN Tak Bisa Prediksi, Polisi Berjaga di Depan Kantor

Manager PLN Rayon Tanjungbalai Karimun, Ahmad Subhan, saat dikonfirmasi belum memberikan respons. Namun, ketidakmampuan pihaknya memprediksi kapan pemadaman berakhir memicu kepanikan. Polisi terlihat berjaga di depan kantor PLN sejak pagi untuk mengantisipasi aksi massa.

Pejabat di Kabupaten Karimun hanya bisa menyuarakan kata-kata sabar dan sedang diupayakan untuk meredam emosi warga. Sementara itu, warga menilai persoalan ini bukan sekadar masalah teknis.

“Gimana Daerah Mau Maju Kalau Sparepart Harus dari Luar”

Anto, warga Karimun yang ditemui di cafe Newton Padimas, Selasa (21/7/2026) sore, menyayangkan ketergantungan PLN pada suku cadang dari luar daerah. “Gimana daerah mau maju, listrik padam karena kerusakan teknis harus nunggu alat dari luar daerah, buat malu perusahaan listrik negara aja,” ucapnya.

Ia menambahkan, Karimun seharusnya memiliki back-up power dan stok sparepart yang memadai agar tak perlu menunggu kiriman dari luar saat terjadi krisis. “Kalau mesin rusak, sparepart dan tim ahli harus didatangkan dari luar, gimana investor mau masuk ke Karimun, menangani masalah urgent saja bergantung dari luar,” katanya.

Warga Desak Bupati Panggil PLN, Mitigasi Dipertanyakan

Anto berharap Bupati Karimun, Ing Iskandar, segera memanggil pihak PLN untuk menyusun mitigasi agar pemadaman serupa tak berulang. Sebab, pemadaman bergilir di Karimun bukan kali ini saja terjadi. Warga menilai, jika ada mitigasi yang matang, perbaikan tak akan berlarut-larut hingga merugikan banyak pihak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PLN maupun Pemkab Karimun mengenai langkah konkret penanganan dan kompensasi bagi warga yang terdampak. (**)

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: harianmetropolitan.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top