NATUNA — Tiga sekolah menengah atas di Pulau Bunguran, Kabupaten Natuna, mendapat pembekalan langsung dari BPBD setempat mengenai tata cara menghadapi bencana alam. Materi yang diberikan mencakup tahap pra-bencana, langkah tanggap darurat, hingga pemulihan pasca-bencana.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Natuna, Nurul Huda, mengatakan bahwa momentum MPLS dipilih karena dinilai efektif untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada para siswa baru.
"Kegiatan MPLS menjadi waktu yang tepat untuk menanamkan kesadaran tentang pentingnya kesiapsiagaan bencana sejak dini," ujarnya di Natuna, Rabu.
Sejauh ini, sosialisasi bertajuk Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) telah dilaksanakan di SMK Negeri 1 Bunguran Timur, SMA Negeri 1 Bunguran Selatan, dan SMA Negeri 1 Bunguran Timur Laut. Pada Kamis (23/7), giliran SMA Negeri 1 Bunguran Tengah yang akan menerima materi serupa.
Nurul Huda menjelaskan bahwa prioritas tahun ini diberikan kepada sekolah-sekolah yang sebelumnya belum pernah mendapatkan pembekalan serupa. "Untuk tingkat SMP, kegiatan yang sama sudah kami laksanakan pada tahun sebelumnya dan juga diselaraskan dengan kegiatan MPLS," katanya.
Melalui program SPAB, BPBD Natuna berharap seluruh warga sekolah mampu melindungi diri sendiri dan lingkungannya saat bencana terjadi. Materi yang diajarkan tidak hanya teori, tetapi juga cara mengenali potensi ancaman di sekitar sekolah serta teknik penyelamatan diri yang benar saat keadaan darurat.
Dengan pendekatan bertahap ini, BPBD menargetkan seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Natuna pada akhirnya memiliki kapasitas yang setara dalam menghadapi potensi bencana alam.