NATUNA — Kapal TB AOM 787 yang membawa satu nahkoda dan tiga anak buah kapal (ABK) tenggelam pada Sabtu (25/7) sekitar pukul 13.00 WIB di Perairan Kepulauan Anambas. Kapal tersebut merupakan kapal penarik tongkang (tugboat) yang sedang melintas saat cuaca buruk berupa angin kencang dan gelombang tinggi melanda. Hantaman gelombang besar menyebabkan kapal kehilangan keseimbangan, dan awak kapal terpaksa memutus tali penarik (towing) yang menghubungkan dengan tongkang. Namun, beberapa saat setelah terlepas, kapal tetap tidak mampu bertahan, lalu terbalik dan tenggelam.
Keempat awak kapal berhasil menyelamatkan diri menggunakan life raft. Mereka kemudian ditemukan oleh MV Shanghai Voyager, kapal berbendera Korea Selatan yang melintas di perairan yang sama. Kapal asing itu melaporkan temuan tersebut kepada Tim SAR Indonesia.
"Keempat korban ditemukan kapal asing setelah sebelumnya menyelamatkan diri menggunakan life raft dan bertahan di laut selama kurang lebih tiga jam," ujar Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka saat dikonfirmasi dari Natuna, Ahad.
Laporan dari kapal asing segera ditindaklanjuti oleh Tim SAR Gabungan di Kepulauan Anambas. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi laut yang masih berbahaya; tim SAR sendiri diterjang gelombang tinggi dan angin kencang saat menjemput para korban. Empat awak kapal yang dievakuasi adalah Zulkifli (nahkoda), serta Arbain, Dodi, dan Tawakal (ABK).
Setelah berhasil dievakuasi, keempat korban langsung mendapatkan penanganan medis di RSUD Tarempa, Kepulauan Anambas. "Berdasarkan pemeriksaan awal, seluruh korban dalam kondisi selamat dan sehat," kata Kapolres.
Kapolres Kepulauan Anambas mengimbau masyarakat dan seluruh pengguna transportasi laut untuk selalu mengutamakan keselamatan serta memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. "Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas di laut. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika kondisi cuaca tidak mendukung," ujarnya. Unsur Tim SAR Gabungan yang terlibat dalam evakuasi ini berasal dari Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri.