BATAM — BMKG mengingatkan warga Kepulauan Riau untuk mewaspadai potensi hujan yang turun secara tiba-tiba dalam dua hari ke depan. Fenomena shearline, atau pertemuan dan belokan arah angin, menjadi pemicu utama melimpahnya uap air di langit Kepri.
Menurut analisis BMKG, keberadaan shearline secara aktif memperkuat proses pembentukan awan-awan hujan di wilayah tersebut. Tingginya kelembapan udara di atmosfer membuat uap air mudah terkondensasi menjadi awan yang berpotensi menurunkan hujan.
Meski begitu, hujan yang diperkirakan turun umumnya bersifat lokal dengan intensitas ringan hingga sedang. Artinya, tidak semua wilayah di Kepri akan mengalami hujan secara merata.
BMKG Hang Nadim Batam telah merilis tabel rincian prakiraan cuaca untuk seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau. Data tersebut berlaku mulai Selasa pagi hingga Rabu pagi pekan ini.
Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi genangan air akibat hujan dengan durasi cukup lama. Nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran juga disarankan memantau update cuaca sebelum beraktivitas di perairan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam melalui keterangan resmi mengingatkan agar masyarakat tidak lengah. Meski cuaca berawan, perubahan kondisi bisa terjadi secara cepat seiring dinamika atmosfer yang ada.
BMKG juga mengimbau warga untuk selalu membawa perlengkapan hujan saat bepergian, terutama pada sore hingga malam hari yang menjadi waktu rawan pertumbuhan awan konvektif. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui kanal resmi BMKG atau aplikasi daring.