NATUNA — Kehadiran polisi di tengah permukiman warga tak selalu identik dengan razia atau operasi penegakan hukum. Di Kelurahan Ranai Kota, personel Polsek Bunguran Timur justru hadir dengan pendekatan humanis: bersalaman, mengobrol, dan mendengar keluhan warga dari rumah ke rumah.
Kegiatan yang berlangsung sekitar 30 menit itu menyasar warga kurang mampu di RT 001/RW 003. Dipimpin Ipda Tatang Hidayat, personel mendatangi satu per satu rumah warga. Mereka tak hanya menyerahkan paket sembako, tetapi juga berdialog soal kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di lingkungan setempat.
Menurut Ipda Tatang, pendekatan dari pintu ke pintu ini menjadi cara efektif mengetahui kondisi riil yang dihadapi warga. "Melalui kegiatan ini kami berharap kehadiran Polri dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui aksi sosial yang dapat meringankan beban warga," ujarnya.
Bagi sebagian warga, perhatian semacam ini dinilai lebih berarti daripada nilai bantuan itu sendiri. Kehadiran aparat yang mau mendengar dan berbagi menjadi bukti bahwa polisi tidak hanya hadir saat terjadi persoalan hukum, tetapi juga dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Kegiatan sambang yang dipadukan dengan aksi sosial merupakan bagian dari pendekatan preventif Polri. Dengan komunikasi yang terjalin baik, masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan informasi atau permasalahan yang terjadi di lingkungan mereka.
Personel yang turut dalam kegiatan ini antara lain Panit II Binmas Bripka Birwan Fitra Yuardi, Banit Binmas Briptu Alya Rahma Dewanti, Bhabinkamtibmas Kelurahan Ranai Kota Briptu Raja Deki, serta Bhabinkamtibmas Desa Ceruk Briptu Richard J.F. Simbring.
Melalui aksi sederhana ini, Polsek Bunguran Timur kembali menegaskan komitmennya hadir sebagai pelindung, pengayom, pelayan, sekaligus mitra masyarakat. Sebab, rasa aman tidak hanya dibangun lewat penegakan hukum, tetapi juga melalui kepedulian dan kedekatan antarmanusia.