BATAM — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau di tingkat regional. Provinsi yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara ini dinilai sukses menghadirkan lingkungan yang bersih dan nyaman melalui pengelolaan sampah yang efektif.
Penghargaan tersebut menjadi bukti nyata bahwa komitmen menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga buah dari kolaborasi erat dengan masyarakat. Gerakan gotong royong yang digencarkan secara rutin menjadi kunci utama keberhasilan ini.
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemendagri atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, insentif ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan motivasi besar untuk terus menghadirkan pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Dalam Negeri. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan pembangunan dan pelayanan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Ansar, dikutip dari laman resmi Pemprov Kepri.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para pemangku kepentingan menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang asri dan berkelanjutan.
Salah satu program unggulan yang terus didorong adalah Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Melalui gerakan ini, kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan terus dibangun.
“Pengelolaan sampah dan lingkungan asri merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, gotong royong terus kita dorong agar menjadi gerakan bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan,” katanya.
Program ini dinilai efektif dalam membangun budaya bersih yang berkelanjutan. Partisipasi aktif warga dalam kegiatan gotong royong rutin menjadi bukti nyata kesadaran kolektif yang semakin menguat.
Penghargaan ini memiliki relevansi yang kuat dengan posisi strategis Kepri sebagai wilayah perbatasan dan pintu masuk utama wisatawan mancanegara ke Indonesia. Kebersihan dan kenyamanan lingkungan menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat maupun sektor pariwisata.
Data mencatat, sepanjang 2025 Kepri berhasil menarik sekitar 4,2 juta kunjungan wisatawan nusantara dan sekitar 2 juta wisatawan mancanegara. Angka kunjungan wisman tersebut menempatkan Kepri di posisi ketiga nasional, hanya kalah dari DKI Jakarta dan Bali.
“Kepri memiliki posisi strategis sebagai gerbang Indonesia di kawasan perbatasan. Karena itu, kebersihan, lingkungan yang asri, pelayanan publik dan kenyamanan masyarakat maupun wisatawan menjadi bagian penting dari pembangunan daerah,” kata Ansar.
Ansar berharap penghargaan ini tidak berhenti sebagai capaian administratif semata. Ia mendorong seluruh elemen untuk terus mempertahankan budaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan, bukan hanya saat ada penilaian.
“Semoga apresiasi ini semakin memperkuat semangat pemerintah daerah di regional Sumatera untuk terus bekerja, berinovasi dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.
Ke depan, Pemprov Kepri berkomitmen untuk terus menguatkan program-program lingkungan yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat, sehingga capaian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa mendatang.