NATUNA — Dari total 77 koperasi yang sudah terbentuk di Kabupaten Natuna, mayoritas gedungnya belum berdiri. Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro setempat mencatat 53 unit masih berstatus proses pembangunan, dan baru satu unit yang selesai dibangun.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Natuna, Marwan Sjah Putra, mengonfirmasi progres tersebut pada Kamis (pekan ini). "Untuk saat ini, ada 53 KDMP yang masih dalam proses pembangunan dan ada satu unit yang telah selesai dibangun," ucapnya.
Pemkab Natuna memperoleh informasi bahwa seluruh gedung yang sedang dibangun itu ditargetkan beroperasi pada Agustus 2026. Marwan merinci sejumlah kegiatan usaha yang bakal tersedia di dalam koperasi desa tersebut.
Layanan yang disiapkan mencakup apotek desa, klinik desa, gerai sembako, lemari pendingin, serta layanan simpan pinjam dan sekretariat. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendekatkan akses kebutuhan pokok dan layanan kesehatan bagi masyarakat di tingkat desa.
Meski pembangunan berjalan, Marwan mengungkapkan salah satu hambatan utama adalah ketersediaan lahan yang sesuai di sejumlah wilayah. Kondisi ini membuat proses pembangunan di beberapa titik belum berjalan optimal sesuai rencana yang ditetapkan.
"Sebagian pembangunan gedung KDMP masih menghadapi kendala ketersediaan lahan yang sesuai, sehingga proses pembangunan di sejumlah wilayah belum dapat berjalan secara optimal sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan," katanya.
Selain persoalan lahan, pihaknya juga masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait kendaraan operasional dan fasilitas pendukung lainnya. Juknis tersebut menjadi acuan dalam menentukan kelengkapan fasilitas serta tata kelola operasional KDMP di daerah.
Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari program pemerintah untuk memperkuat ekonomi di tingkat akar rumput. Dengan hadirnya gerai sembako dan layanan keuangan mikro, warga desa diharapkan tidak perlu lagi menempuh jarak jauh untuk memenuhi kebutuhan harian.
Saat ini, Pemkab Natuna terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait untuk mempercepat penyelesaian pembangunan. Fokus utama adalah memastikan lahan yang tersedia layak dan sesuai dengan kebutuhan operasional koperasi nantinya.