10 Samsung Galaxy S Series Turun Harga 2026, Flagship Premium Kini Mulai Rp7 Jutaan - malang.disway.id - Disway Malang

Penulis: Faisal Hasbi  •  Kamis, 03 September 2026 | 18:12:31 WIB
Pengunjung mengamati pilihan Samsung Galaxy S Series yang mengalami penurunan harga mulai Rp7 jutaan di salah satu gerai ponsel di Kepulauan Riau.

KEPULAUAN RIAU — ```json { "judul": "Samsung Galaxy S Series Turun Harga ke Rp7 Jutaan: Mana yang Masih Layak Dibeli di 2026?", "lead": "Anda bisa membawa pulang flagship Samsung Galaxy S dengan harga mulai Rp7,4 jutaan pada pertengahan 2026. Namun penurunan harga ini datang dengan konsekuensi: chipset generasi lama, dukungan software yang berkurang, dan kompetisi ketat dari ponsel China di kelas yang sama. Kami memilah model mana yang benar-benar worth it dibandingkan sekadar 'murah karena sudah usang'.", "isi": "

Memasuki pertengahan 2026, Samsung Galaxy S Series dari generasi S23 hingga S25 mengalami penurunan harga yang signifikan di pasar Indonesia. Ini kabar baik bagi pengguna yang menginginkan pengalaman flagship—seperti layar LTPO, kamera telefoto, dan build quality premium—tanpa harus membayar harga peluncuran yang bisa tembus belasan juta rupiah.

\n\n

Namun sebelum memutuskan, ada dua hal yang wajib Anda cermati. Pertama, beberapa model di daftar ini memakai chipset Exynos yang punya reputasi kurang baik soal efisiensi daya. Kedua, dukungan update software adalah faktor penting—Samsung menjanjikan 7 tahun update untuk Galaxy S24 series, tapi generasi S23 hanya mendapat 4 tahun. Mari bedah satu per satu berdasarkan daya tahan dan real-world usage.

\n\n

Galaxy S24 FE 5G: Pintu Masuk Paling Murah, Ada Kompromi di Performa dan Bodi

\n

Di angka Rp7,4 jutaan, Galaxy S24 FE adalah opsi termurah untuk masuk ke ekosistem Galaxy S. Layar Dynamic AMOLED 6,7 inci 120Hz dengan kecerahan 1.900 nits membuatnya nyaman digunakan di bawah sinar matahari Indonesia yang terik. Sektor kamera juga solid untuk kelas harga ini: kamera utama 50MP dengan OIS.

\n\n

Yang perlu jadi catatan: ponsel ini memakai chipset Exynos 2400E. Varian 'E' ini biasanya memiliki clock speed yang sedikit lebih rendah dari Exynos 2400 standar. Untuk penggunaan harian seperti sosial media, chatting, dan nonton video, performanya masih mulus. Namun untuk gaming berat sesi panjang, Anda mungkin akan merasakan thermal throttling lebih cepat dibanding flagship bertenaga Snapdragon.

\n\n
    \n
  • Kelebihan: Layar cerah, desain baru lebih premium dari FE generasi sebelumnya, RAM 8GB cukup multitasking.
  • \n
  • Kekurangan: Bodi pakai aluminum frame (bukan titanium), bezel layar masih relatif tebal, efisiensi Exynos kalah dari Snapdragon di kelas harga sama.
  • \n
  • Target user: Anda yang prioritas utama adalah kamera dan layar, dan tidak terlalu sering main game berat.
  • \n
\n\n

Galaxy S23 Ultra vs Galaxy S24: Duel Strategi di Kisaran Rp9-10 Jutaan

\n

Dua pilihan paling menarik justru datang dari dua arah berbeda. Galaxy S23 Ultra di harga Rp10,4 jutaan menawarkan sesuatu yang tidak dimiliki model lain di harga tersebut: kamera utama 200MP dengan periscope telefoto 10MP untuk optical zoom hingga 10x. Ini masih salah satu sistem zoom terbaik yang pernah dibuat Samsung.

\n\n

Ditenagai Snapdragon 8 Gen 2 yang terbukti efisien dan kencang, dengan RAM 12GB, S23 Ultra masih menjadi pilihan utama untuk fotografi jarak jauh dan kebutuhan produktivitas dengan S Pen yang tertanam di bodinya. Daya tahannya juga juara—baterai 5.000 mAh dengan pengisian 45W masih menjadi standar emas hingga kini.

\n\n

Sementara itu, Galaxy S24 di harga Rp9,4 jutaan menawarkan paket yang lebih ringkas: bodi nyaman digenggam satu tangan, layar 6,2 inci dengan kecerahan puncak 2.600 nits yang gila terang, dan yang paling penting—dijanjikan 7 tahun update OS dan keamanan. Ini membuat S24 secara jangka panjang lebih 'masa depan' daripada S23 Ultra.

\n\n

Namun Galaxy S24 memakai chipset Exynos 2400. Secara benchmark, performanya setara dengan Snapdragon 8 Gen 2, tapi manajemen termal-nya kurang baik. Untuk pengguna yang sering mengedit video atau bermain game di luar ruangan, bodi S24 akan cepat panas dan performa bisa turun.

\n\n

Galaxy S25, S25 Plus, dan S24 Ultra: Incremental Upgrade dengan Label Harga Tinggi

\n

Melangkah ke kelas harga di atas Rp11 jutaan, nilai 'turun harga' mulai terasa kurang menarik. Galaxy S25 (Rp12,4 juta) dan S25 Plus (Rp11,4 juta) sebenarnya adalah ponsel yang sangat mumpuni. Snapdragon 8 Elite for Galaxy adalah chipset paling kencang di kelas Android saat ini, dan efisiensinya jauh lebih baik dari generasi Exynos.

\n\n

Masalahnya, di harga tersebut Anda sudah bisa mendapatkan flagship China seperti seri Xiaomi 15 atau OnePlus yang menawarkan kamera lebih serbaguna atau baterai lebih besar dengan teknologi pengisian 80W+. Galaxy S25 memang unggul di software experience—One UI 8 di Android 16 terasa bersih, minim bloatware, dan konsisten—tetapi secara hardware, tidak ada lompatan besar dari S24 untuk membenarkan selisih harga Rp3 juta lebih.

\n\n

Memang, Galaxy S24 Ultra (Rp12,6 juta) menawarkan value lebih baik jika Anda memprioritaskan fitur S Pen dan zoom 5x optik dengan sensor 50MP baru. Namun perlu diingat: di titik harga ini, Anda sudah masuk ke wilayah Galaxy S26 versi reguler yang akan dirilis beberapa bulan lagi, atau iPhone 17 yang sudah turun di market. Membeli S24 Ultra di titik ini artinya Anda harus siap menerima depresiasi yang cepat.

\n\n

Verdict: Mana yang Paling Rasional Dibeli?

\n

Jika uang yang Anda keluarkan adalah hasil jerih payah sendiri dan ingin dipakai 3-4 tahun ke depan, tidak ada alasan kuat untuk memilih di atas Rp11 juta. Pilihan paling rasional adalah Galaxy S24 di harga Rp9,4 jutaan. Alasannya sederhana: dukungan software 7 tahun, ukuran compact yang jarang ditemukan di flagship sekarang, dan kecerahan layar yang membuatnya nyaman untuk mobile gaming atau navigasi GPS di siang hari.

\n\n

Tukarkan duit ekstra Rp1 juta dan pilih Galaxy S23 Ultra jika kebutuhan utama Anda adalah fotografi telefoto—memotret anak di panggung sekolah, konser, atau konten wildlife. Sistem kameranya di kelas harga Rp10 jutaan masih menjadi yang terbaik, dan Snapdragon 8 Gen 2 sudah terbukti tidak mengalami penurunan performa signifikan setelah dua tahun pemakaian.

\n\n

Satu kekurangan yang tidak bisa ditolerir dari semua model di daftar ini: kecepatan pengisian daya yang stuck di 45W. Saat kompetitor di kelas Rp7-9 jutaan sudah menawarkan 80-120W, Anda harus menunggu sekitar satu jam lebih untuk mengisi penuh baterai 5.000 mAh. Ini adalah keputusan desain dari Samsung yang hingga 2026 masih belum berubah.

" } ```

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: malang.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top