Kantor SAR Natuna Tutup Pelatihan Medical First Responder, 29 Personel Kantongi Lisensi Penanganan Darurat

Penulis: Teuku Fahreza  •  Jumat, 04 September 2026 | 13:46:32 WIB
personel Kantor SAR Natuna menerima lisensi penanganan darurat usai mengikuti pelatihan Medical First Responder (MFR).

NATUNA — Sebanyak 29 personel SAR kini memiliki kompetensi tambahan dalam menangani korban kondisi darurat. Lisensi tersebut diberikan setelah mereka dinyatakan lulus mengikuti Pelatihan dan Pendidikan SAR Medical First Responder (MFR) yang digelar Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Natuna, Jumat (4/9/2026) lalu.

Penutupan pelatihan yang berlangsung sejak 3 Agustus hingga 27 Agustus 2026 tersebut berlangsung di Aula Kantor SAR Natuna, Jalan H. Adam Malik Km 6, Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur.

Dibekali Kemampuan Tangani Korban Henti Jantung hingga Pendarahan

Selama mengikuti pelatihan, para peserta tidak hanya menerima materi teoretis. Mereka juga memperdalam sejumlah keterampilan praktis penanganan pasien dalam situasi gawat darurat.

Materi yang diajarkan antara lain penilaian awal kondisi korban, penanganan henti napas dan henti jantung, pengendalian pendarahan, serta penanganan patah tulang. Teknik evakuasi korban dari lokasi kejadian juga masuk dalam kurikulum pelatihan ini.

Skenario Simulasi Disiapkan agar Personel Siap di Medan Sulit

Untuk menguji kemampuan peserta, panitia menyiapkan praktik lapangan dengan berbagai skenario kecelakaan. Simulasi dilakukan di kondisi medan dan ruang yang beragam agar personel terbiasa menghadapi situasi tidak terduga.

Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman, berharap ilmu yang diperoleh dapat memberi kontribusi nyata dalam mendukung tugas-tugas SAR di lapangan. Ia menyebut keterampilan ini penting terutama saat personel harus memberikan penanganan awal kepada korban sebelum tim medis lanjutan tiba di lokasi.

“Ilmu dan keterampilan yang diperoleh peserta selama pelatihan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas SAR, khususnya ketika menghadapi kondisi darurat di lapangan,” ujar Abdul Rahman dalam sambutannya.

Natuna Butuh Lebih Banyak Paramedis di Lokasi Terpencil

Wilayah kerja Kabupaten Natuna yang terdiri dari gugusan pulau menjadikan ketersediaan personel dengan kemampuan medis darurat sebagai kebutuhan strategis. Jarak tempuh antar-pulau yang jauh kerap menjadi kendala saat proses evakuasi korban.

Kantor SAR Natuna berkomitmen menghadirkan pelatihan serupa secara berkelanjutan. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kapasitas personel sekaligus memperkuat budaya keselamatan di seluruh wilayah kerja Kabupaten Natuna.

Pelatihan ini terselenggara atas dukungan para instruktur dan tim pendamping dari Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan. Abdul Rahman menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: bursakota.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top