BATAM — Minimnya pertumbuhan awan akibat kelembaban udara lapisan atas yang rendah dan kecepatan angin yang cukup kuat menjadi pemicu utama cuaca terik di Kepulauan Riau (Kepri). Kondisi ini mengurangi pasokan uap air yang dibutuhkan untuk mendukung terbentuknya awan hujan di wilayah tersebut.
Berdasarkan data prakiraan BMKG, suhu udara di Kepri secara umum berada pada rentang 25 hingga 35 derajat Celsius.
Dari enam kabupaten/kota di Kepri, Natuna diprakirakan mengalami puncak suhu tertinggi. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Vietnam itu disebutkan bakal mencapai 35 derajat Celsius pada siang hari.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Anambas mencatatkan suhu udara maksimal 34 derajat Celsius. Kondisi ini menjadikan dua wilayah di bagian utara Kepri tersebut sebagai area dengan tingkat terik paling tinggi dibandingkan daerah lainnya.
Untuk kawasan tengah dan selatan Kepri, cuaca diprakirakan relatif lebih bersahabat. Kota Batam, Kota Tanjungpinang, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, dan Kabupaten Lingga diprediksi mengalami suhu udara antara 25 hingga 33 derajat Celsius.
BMKG menyebut cuaca di lima daerah ini akan dominan cerah hingga cerah berawan, berlangsung sejak siang hingga malam hari. Masyarakat tetap diimbau mewaspadai potensi paparan sinar matahari langsung saat beraktivitas di luar ruangan pada jam-jam puncak.
Pola angin di wilayah Kepri diprediksi bertiup dari arah Tenggara, Timur, hingga Selatan. Kecepatannya bervariasi antara 3 hingga 23 kilometer per jam, yang turut mempengaruhi sebaran awan dan tingkat kelembaban di atmosfer.
Kombinasi antara kecepatan angin dan rendahnya kelembaban udara lapisan atas tersebut membuat peluang terjadinya hujan di Kepri pada Sabtu ini menjadi sangat kecil. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan antar pulau atau aktivitas pelayaran disarankan memantau perkembangan informasi cuaca terkini dari kanal resmi BMKG.