BATAM — Pemerintah Kota Batam menutup sementara ruas Jalan Tengku Sulung, tepatnya dari pertigaan Cikitsu sampai kawasan SMAN 3 Batam, mulai 10 September 2026. Penutupan ini bagian dari pekerjaan peningkatan Jalan Simpang Perum Dotamana–SMAN 3 yang dikerjakan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam.
Selama proyek berjalan, kendaraan tidak boleh melintasi ruas yang ditutup. Pengendara diarahkan lewat sejumlah jalur alternatif di sekitar kawasan tersebut.
Berdasarkan peta rekayasa lalu lintas yang dikeluarkan BMSDA, ruas berwarna merah menandai bagian Jalan Tengku Sulung yang ditutup. Jalur dan tanda panah berwarna biru menunjukkan rute pengalihan yang bisa dipakai pengendara.
Jalur pengalihan mengarahkan kendaraan melalui sejumlah ruas di sekitar Perumahan Taman Raya, Perumahan Botania Garden, Batam Centre, hingga arah Bandara. Semua mengikuti tanda panah biru dan petunjuk petugas di lapangan.
Pengendara diminta tidak menerobos atau memaksakan diri melewati titik penutupan. Selain menghambat pekerjaan, kendaraan yang masuk area proyek berpotensi membahayakan keselamatan pengendara maupun pekerja.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan pengaturan lalu lintas dilakukan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
"Kami mengimbau masyarakat yang biasa melintasi Jalan Tengku Sulung untuk menyesuaikan perjalanan dan menggunakan rute alternatif yang tersedia selama pekerjaan berlangsung. Mohon mengikuti rambu serta arahan petugas di lapangan," ujar Rudi, Selasa (8/9/2026).
Kepala BMSDA Kota Batam, Metra Dinata, juga meminta pengendara yang sehari-hari melintasi Jalan Tengku Sulung memperhatikan rekayasa lalu lintas yang diterapkan. Rambu dan arahan petugas di lapangan harus diikuti agar arus kendaraan tetap berjalan dan proyek bisa dikerjakan dengan aman.
Masyarakat yang akan melintasi kawasan tersebut disarankan berangkat lebih awal. Pengalihan arus berpotensi menambah waktu tempuh, terutama pada jam-jam sibuk.
BMSDA belum mencantumkan tanggal pasti berakhirnya penutupan. Dalam pemberitahuan yang disampaikan, penutupan berlaku mulai 10 September 2026 hingga pekerjaan selesai.
Karena itu, pengguna jalan diminta terus memperhatikan perkembangan informasi dari pihak terkait dan kondisi lalu lintas di lapangan. Peta rekayasa lalu lintas dari BMSDA bisa jadi acuan: ruas merah berarti ditutup, jalur biru berarti rute pengalihan yang bisa dilalui selama proyek berlangsung.