KEPULAUAN RIAU — Tablet sering dianggap perangkat sekunder yang cuma dipakai buat menonton atau scrolling media sosial. Infinix mencoba menawarkan sudut pandang berbeda lewat XPAD 30 Pro, tablet 11 inci yang diposisikan untuk belajar, kerja ringan, sampai hiburan dalam satu perangkat.
Kami menelusuri spesifikasi resmi yang beredar di pasar Indonesia. Berikut gambaran lengkapnya, termasuk apa saja yang perlu dicermati sebelum memutuskan membeli.
Bagian yang paling menonjol dari XPAD 30 Pro ada di layarnya. Panel 11 inci ini beresolusi 2.5K atau 1600 x 2560 piksel dengan refresh rate 90Hz. Kecerahan puncaknya 550 nits.
Untuk pemakaian dalam ruangan, angka tersebut tergolong memadai. Navigasi antar aplikasi dan scrolling terasa lebih halus berkat refresh rate 90Hz, meski untuk pemakaian di bawah sinar matahari langsung tetap perlu diuji lebih lanjut.
Infinix juga membekali tablet ini dengan speaker stereo bersertifikasi DTS Audio. Kombinasi layar dan audio menjadi nilai jual utama, terutama di segmen tablet yang layarnya kian bersaing dengan smartphone berukuran besar.
Dapur pacu XPAD 30 Pro mengandalkan chipset MediaTek Helio G200 Ultimate. Di Indonesia, Infinix menyediakan dua varian: RAM 4GB/128GB dan RAM 8GB/128GB.
Pengguna yang sering membuka banyak aplikasi sekaligus sebaiknya melirik varian 8GB. Sementara kapasitas penyimpanan masih bisa ditambah lewat slot microSD, jadi keterbatasan ruang tidak jadi masalah besar.
Satu hal yang jarang ditemui di tablet sekelasnya: dukungan SIM card 4G. Artinya, XPAD 30 Pro tidak sepenuhnya bergantung pada Wi-Fi. Untuk mahasiswa yang sering berpindah tempat atau pekerja dengan mobilitas tinggi, konektivitas ini cukup praktis.
Soal daya, Infinix menyematkan baterai 8.200mAh dengan pengisian 18W. Kapasitas sebesar itu memberi modal untuk aktivitas panjang, meski kecepatan pengisian 18W terbilang standar untuk ukuran baterai jumbo.
Bodinya relatif ramping dengan ketebalan 6,6 mm dan bobot 476 gram. Angka ini tergolong ringan untuk tablet 11 inci, sehingga nyaman dibawa bepergian.
Dari sisi perangkat lunak, XPAD 30 Pro menjalankan XOS 16. Ada beberapa fitur produktivitas yang disertakan, seperti Desktop Expansion yang memungkinkan tablet dipakai sebagai layar kedua, Three-Screen Workflow, dan Cross-device Collaboration untuk perpindahan aktivitas antarperangkat.
Dukungan aksesori menjadi nilai tambah. X Pencil 20 bisa dipakai untuk mencatat atau membuat coretan, sedangkan X Keyboard 11 membuat pengalaman mengetik lebih mirip laptop mini.
Varian 4GB/128GB dibanderol Rp 3.399.000 pada penjualan perdana dan sudah mendapat Protective Case. Sementara versi 8GB/128GB dijual Rp 4.499.000 dengan bonus X Keyboard 11.
Pengisian 18W terasa konservatif untuk baterai 8.200mAh. Mengisi penuh kemungkinan butuh waktu cukup lama, dan ini perlu diuji lebih lanjut dalam pemakaian nyata.
Varian 4GB juga perlu dicermati. Untuk multitasking serius, RAM 4GB di Android modern bisa cepat terasa sempit. Selisih sekitar Rp 1,1 juta ke varian 8GB sebaiknya dipertimbangkan jika tablet ini akan dipakai produktif jangka panjang.
Kedua aksesori utama, X Pencil 20 dan X Keyboard 11, tidak disebutkan sebagai bagian dari paket standar kedua varian. Keyboard hanya jadi bonus untuk varian 8GB, sementara status penjualan X Pencil 20 belum jelas dari informasi yang ada.
XPAD 30 Pro menawarkan kombinasi layar 11 inci 2.5K, baterai jumbo, dan dukungan 4G di harga mulai Rp 3,3 jutaan. Untuk tugas kuliah, mengetik, meeting ringan, browsing, dan hiburan, paket fiturnya cukup masuk akal di kelas harganya.
Bukan pengganti laptop sepenuhnya. Tapi sebagai perangkat pendamping yang fleksibel, XPAD 30 Pro layak masuk pertimbangan — dengan catatan varian 8GB lebih direkomendasikan untuk pemakaian serius.