Wamenkes Kirim 10 Unit X-Ray ke Kepri Oktober 2026, Sasar Puskesmas 7 Kabupaten/Kota

Penulis: Zulkifli Arief  •  Sabtu, 12 September 2026 | 10:29:32 WIB
Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan rencana bantuan 10 unit X-ray untuk Kepri dalam kunjungan kerja di Tanjungpinang.

Pemerintah pusat menyiapkan 10 unit X-ray untuk Provinsi Kepulauan Riau guna mempercepat deteksi kasus tuberkulosis yang baru terungkap 7.000 dari total 13.000 kasus. Bantuan dari Kementerian Kesehatan itu dijadwalkan tiba Oktober 2026 dan akan ditempatkan di puskesmas tiap kabupaten/kota. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan hal ini saat kunjungan kerja di Tanjungpinang.

TANJUNGPIANG — Kementerian Kesehatan menyiapkan 10 unit X-ray untuk Provinsi Kepulauan Riau. Alat rontgen itu akan ditempatkan di puskesmas masing-masing kabupaten/kota se-Kepri, dengan pendistribusian direncanakan pada Oktober 2026.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyebut bantuan tersebut bagian dari perluasan program penanganan TBC nasional. Kepri masuk daftar provinsi prioritas yang menerima peralatan rontgen.

Deteksi TBC Kepri Baru 7.000 dari 13.000 Kasus

Dari total 13.000 kasus TBC di Kepri, baru 7.000 yang berhasil ditemukan. Sisanya masih terus dicari. Kondisi ini menempatkan Kepri sebagai salah satu provinsi dengan tingkat temuan kasus TBC paling rendah secara nasional.

Meski demikian, hasil pengobatan di daerah kepulauan ini tergolong tinggi. Sebanyak 95 persen kasus TBC yang ditemukan di Kepri berhasil diobati sampai sembuh, termasuk tertinggi secara nasional.

"Perkara mengobati Kepri sudah hebat, kita akui itu. Persoalannya tingkat temuan kasus TBC masih rendah. Inilah yang harus kita kejar, temukan orang sakit TBC lalu diobati sampai sembuh," kata Wamenkes Benjamin dalam kunjungan kerjanya di Kota Tanjungpinang, Jumat.

Radiografer Ditempatkan di Puskesmas

Kemenkes menargetkan seluruh puskesmas di Indonesia secara bertahap memiliki X-ray. Namun, pengadaan alat saja tidak cukup. Kemenkes juga akan menempatkan radiografer di puskesmas.

"Kemenkes akan menempatkan Radiografer di puskesmas, karena percuma kalau ada X-Ray, tapi tak ada yang mengoperasikannya," ujarnya.

Radiografer adalah tenaga kesehatan profesional yang berwenang dan ahli mengoperasikan alat pencitraan medis untuk menghasilkan gambar bagian dalam tubuh manusia.

Insentif Kader hingga Biaya Daerah Kepulauan

Selain bantuan peralatan, Kemenkes menambah insentif untuk kader TBC. Anggaran juga disiapkan bagi tenaga kesehatan yang melaksanakan layanan integrasi cek kesehatan gratis dengan skrining TBC di wilayah Kepri.

Kepri memiliki karakter geografis yang menantang. Sebanyak 98 persen wilayahnya adalah lautan dengan gugusan pulau-pulau. Penanganan TBC di daerah ini, kata Benjamin, memerlukan sinergitas berbagai pemangku kepentingan dan biaya yang mahal.

"Makanya, kita libatkan camat, lurah, kepala desa serta kader untuk meningkatkan temuan atau deteksi TBC di Kepri. Semuanya memang butuh biaya, Kemenkes siap dukung," ucap dia.

Program Prioritas Presiden

Benjamin menambahkan kasus TBC menjadi program prioritas Presiden Prabowo Subianto. Indonesia menduduki peringkat dua tertinggi dengan kasus TBC terbanyak di dunia setelah India.

Bantuan X-ray sudah disalurkan Kemenkes ke 18 provinsi prioritas penanganan TBC di Indonesia. Kepri termasuk dalam daftar tersebut dan akan menerima dalam waktu dekat ini.

"Bantuan X-ray sudah kita (Kemenkes) salurkan ke 18 provinsi prioritas penanganan TBC di Indonesia, termasuk di Kepri dalam waktu dekat ini," kata Wamenkes Benjamin.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top