KEPULAUAN RIAU — Sebelumnya saya sempat mengulas MelGeek Made68 Ultra V2 dan menyukai switch magnetiknya, tampilannya yang rapi, serta suara bersihnya. Saat mencoba Centauri60 varian Asuka Edition, ekspektasi saya awalnya sederhana: kemungkinan besar pengalamannya bakal mirip. Ternyata tidak. Papan ini membawa hampir semua hal yang saya suka dari Ultra V2, lalu memperbaiki beberapa bagian yang paling saya rasakan di pemakaian harian.
Asuka Edition sama sekali tidak berusaha tampil kalem. Casingnya merah pekat, sudut-sudutnya tajam, ada strip lampu di kedua sisi, ukiran tersembunyi berisi kalimat ikonik Asuka, motif Prog-Knife, nameplate logam menyatu di rangka, dan insignia EVA-02 hasil laser etching.
Karakter visualnya jauh lebih berani dibanding Made68 Ultra V2. Buat sebagian orang ini mungkin berlebihan, tapi bagi penggemar Evangelion justru inilah daya tarik utamanya. Satu hal kecil yang saya syukuri: volume knob tetap dipertahankan. Di layout 60%, punya kontrol media fisik terasa seperti kemewahan — terutama karena Ultra V2 tidak memilikinya.
Di sinilah Centauri60 paling mengejutkan saya. Ultra V2 yang saya uji memakai switch KOM Lite dengan karakter suara lebih terang dan snappy. Centauri60 datang dengan switch magnetik TTC Flip King, dan saya langsung lebih menyukai nadanya yang lebih dalam serta meredam.
Faktor besar lainnya adalah unibody aluminium CNC seberat 1,32 kg. Bobot itu memberi fondasi padat yang menyerap getaran, menekan noise frekuensi tinggi, dan membiarkan nada rendah berkembang lebih penuh. MelGeek juga menyematkan sistem peredam akustik lima lapis — kombinasi Poron foam, PET film, dan leaf-spring gasket mount — untuk menghilangkan rongga kosong dan resonansi yang tidak diinginkan.
Hasilnya, clack kasar nyaris hilang dan tergantikan karakter yang lebih creamy. Switch magnetik memang membantu konsistensi, tapi casing dan lapisan akustiknya yang bekerja paling keras. Efeknya sederhana: mengetik jadi terasa menyenangkan karena suaranya enak didengar.
Build quality Made68 Ultra V2 sudah impresif, tapi Centauri60 terasa naik satu tingkat di semua arah. Chassis aluminium machining-nya padat dan rigid, tanpa flex di rangka. Toleransi lebih rapat, sambungan lebih bersih, dan distribusi bobot lebih merata.
Dengan bobot 1,32 kg (2,91 lbs), papan ini tidak akan bergeser di meja saat sesi gaming intens. Ada sensasi "satu kesatuan" saat diangkat — tidak ada bagian yang bergeser atau berderit. Dibanding Ultra V2, semuanya terasa lebih deliberate.
Kelemahan terbesar Centauri60 ada di bagian belakang: port USB-C. Port-nya memang recessed, tapi masalah sebenarnya adalah bibir ekstra pada kabel USB-C bawaan MelGeek yang dirancang pas masuk ke ceruk tersebut.
Karena bibir proprietary itu, hampir tidak ada kabel pihak ketiga yang bisa terpasang dengan benar. Kalau Anda berencana memakai coiled cable atau kabel non-MelGeek, opsi itu praktis hilang — kecuali Anda siap main solder. Untuk papan yang di sisi lain sangat matang secara visual, keputusan desain ini terasa janggal dan jadi satu-satunya hal yang benar-benar mengganggu saya.
Sistem switch magnetiknya tampil selevel dengan Hall-effect board lain yang pernah saya uji. Semua fitur inti berjalan mulus tanpa drama:
Presisi 0,01 mm memungkinkan papan membaca kedalaman tiap penekanan, bukan sekadar status on/off. Di game yang mendukung, ini membuka aksi multi-stage, kecepatan gerak variabel, dan input pressure-sensitive. Respons tombol terasa instan, baik untuk mengetik maupun gaming.
Centauri60 Evangelion 'Asuka Edition' memperbaiki beberapa area yang paling penting dibanding Made68 Ultra V2: styling yang terinspirasi karakter dan unit EVA favorit saya, build quality yang terasa siap dibawa bertarung, akustik yang lebih dalam dan thocky, serta switch Hall-effect yang bisa dituning sesuai kebutuhan gaming kompetitif.
Sebagai pengguna layout 75%, saya sempat khawatir dengan form factor 60%-nya. Ternyata tidak terlalu compact untuk pemakaian harian, dan kehadiran volume knob jadi nilai tambah besar — terutama karena itu salah satu keluhan saya terhadap Made68 Ultra V2.
Satu-satunya drawback nyata adalah port USB-C yang cukup mengganggu untuk disebut sebagai cacat serius. Di luar itu, Centauri60 jadi rekomendasi mudah bagi penggemar Evangelion yang menginginkan papan magnetik compact dengan akustik kuat dan warna yang menonjol.