BATAM — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Hutan Lindung Dam Duriangkang, Nongsa, Kota Batam, berhasil dipadamkan tim gabungan yang dikerahkan Polsek Nongsa bersama sejumlah instansi terkait. Laporan warga soal titik api dan asap diterima Piket Patroli sekitar pukul 15.50 WIB, dan tim gabungan tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB.
Api dengan cepat membesar dan menyebar akibat tiupan angin kencang di kawasan hutan lindung tersebut. Proses pemadaman berlangsung sekitar satu setengah jam sebelum api akhirnya bisa dikuasai.
Pemadaman melibatkan 1 unit mobil PBK BP Batam dan 1 unit mobil AWC Satsamapta Polresta Barelang. Kedua unit alat pemadam kebakaran itu dibantu personel jajaran Polsek Nongsa yang langsung turun ke titik api.
Personel yang hadir di TKP antara lain Kapolsek Nongsa, Wakapolsek Nongsa AKP Ferry Supriadi, Piket Reskrim, Piket IK, Piket Patroli, Opsnal Reskrim, serta Bhabinkamtibmas Kelurahan Kabil. Turut serta 9 personel Samapta Polresta Barelang dan 6 personel Damkar BP Batam.
Kapolsek Nongsa AKP Eko Chandra menyatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan dari masyarakat. "Laporan masyarakat, personil turun tkp, api berhasil dipadamkan," kata Eko, Rabu (16/09).
Memasuki pukul 17.30 WIB, api dinyatakan berhasil dipadamkan. Tim gabungan melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang tersisa di lokasi.
Luas lahan yang terbakar diperkirakan sekitar satu hektare. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Eko mengapresiasi kesigapan warga Misdiyanto, Ketua RW 20 Kelurahan Kabil, yang langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Kelurahan Kabil Aipda Riko dan PBK BP Batam. Laporan cepat itu membuat api bisa segera ditangani sebelum meluas ke area hutan lindung yang lebih luas.
Situasi di lokasi saat ini dinyatakan aman dan kondusif. Polsek Nongsa mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, dan segera melapor ke Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat jika menemukan titik api.