TANJUNGPINANG — Program Water Access, Sanitation, and Hygiene (WASH) dari Loola Eco Adventure Resort memasuki tahap pembangunan fisik. Sebanyak 100 unit IPAL dibangun lebih dulu di Senggarang dan Kampung Bugis, dua kawasan pesisir yang menjadi sasaran awal. Pembiayaan berasal dari dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR dan dukungan sejumlah yayasan dari Singapura.
Koordinator Kehumasan Yayasan Loola Komunitas, Jaya Putra, menyebut program ini lahir dari kepedulian perusahaan untuk membantu pemerintah mewujudkan sanitasi dan lingkungan yang sehat. Targetnya, 300 unit IPAL berdiri di Tanjungpinang hingga akhir 2026.
Yayasan Loola membuka kesempatan bagi pemilik rumah atau penerima manfaat untuk terlibat langsung sebagai tukang maupun kepala tukang dalam proyek tersebut. Skema itu memperkuat pemberdayaan ekonomi warga setempat yang sudah berjalan sejak 2024 di berbagai daerah.
Modul dan program lingkungan juga disisipkan ke dalam aktivitas kunjungan tamu resor. Cara itu membuat program sanitasi tidak berhenti di pembangunan fisik, tetapi ikut dikenalkan ke wisatawan yang menginap.
"Loola memiliki program kerja untuk mengentaskan kesulitan warga dalam hal sanitasi sehat dan kelestarian lingkungan," ujar Jaya pada Rabu (16/9/2026).
Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah memberi dukungan penuh dengan memfasilitasi pendataan masyarakat penerima manfaat di kawasan pesisir target. Menurut Lis, program sanitasi dari Loola sejalan dengan master plan pembangunan sanitasi Pemerintah Kota Tanjungpinang.
Sebagai dukungan lanjutan, Pemko akan mengalokasikan anggaran pendamping untuk pengembangan program pada 2027. Lis berharap aksi sosial Yayasan Loola menginspirasi perusahaan lain mengucurkan program serupa.
"Atas nama pemerintah dan masyarakat Tanjungpinang, kita menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada yayasan," tegas Lis.
Lis menegaskan pembangunan kesehatan dan kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan korporasi. Pendataan penerima manfaat di kawasan pesisir masih berjalan sebelum pembangunan tahap berikutnya dimulai.