KEPULAUAN RIAU — Komite Disiplin PSSI menjatuhkan sanksi total Rp180 juta kepada Persija Jakarta buntut pelanggaran suporter saat menjamu Persib Bandung. Selain denda, Macan Kemayoran dilarang menggelar dua laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Manajemen memastikan bakal mengajukan banding resmi.
Pelanggaran terjadi dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 2-1 Persija atas Persib Bandung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Komdis PSSI merinci sejumlah kejadian yang membuat tuan rumah harus menerima hukuman berat. Keputusan tertuang dalam Surat Keputusan Komdis pada Kamis (17/9).
Ketua Panitia Pelaksana Persija, Albinus Laurent, mengungkap komposisi denda yang diterima klubnya. Denda terbagi dalam beberapa pelanggaran berbeda selama pertandingan berlangsung.
"Denda Rp30 juta karena ada pelemparan botol air minum ke arah tim Persib. Kemudian lanjut lagi, Rp60 juta itu untuk bakar flare," kata Laurent kepada CNN Indonesia, Jumat (18/9).
"Kemudian, Rp50 juta itu karena ada orang-orang yang tidak terakreditasi dengan ID card masuk ke lapangan saat pertandingan berakhir. Itu ditotal saja sudah Rp140 juta," ujarnya.
Hukuman tidak berhenti di Rp140 juta. Komdis menambah denda Rp40 juta yang menyertai larangan menggelar laga kandang di tiga wilayah sekaligus.
"Kami juga kena sanksi berupa larangan menggelar laga kandang di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Dari sanksi tersebut, terdapat denda lagi Rp40 juta. Jadi kalau ditotal sampai Rp180 juta," katanya.
Totalnya, Persija harus membayar Rp180 juta. Sanksi larangan kandang berlaku mulai laga melawan Java United.
Untuk pertandingan pekan ketiga Super League 2026/2027, Persija akan menggunakan Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Macan Kemayoran akan menjamu Java United pada Sabtu (19/9) malam.
Pertandingan tersebut menjadi ujian pertama Persija bermain jauh dari Jakarta. Dukungan suporter tentu akan berbeda dibanding saat tampil di Gelora Bung Karno.
Laurent memastikan manajemen tidak tinggal diam. Persija menyiapkan banding resmi, khususnya untuk membatalkan sanksi dua laga kandang di luar Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.
"Pihak kami [Persija] memang akan mengajukan banding resmi untuk membatalkan sanksi pertandingan usiran dan denda tambahan tersebut," kata Laurent menegaskan.
Saat ini pihak Persija sedang mengumpulkan berkas memori banding. Panpel berharap proses banding dapat membuahkan hasil positif sebelum laga kandang kontra Arema FC.