KEPULAUAN RIAU — Mullvad merilis versi 2026.10 untuk aplikasi VPN Android dengan fitur globe server interaktif dan multi-hop otomatis. Update ini sudah tersedia di GitHub, tetapi Google Play dan situs resmi Mullvad masih menampilkan versi 2026.08 sebagai rilis terbaru. Pengguna yang mengutamakan privasi tingkat tinggi bisa mencoba langsung, asalkan siap dengan satu catatan bug koneksi yang diakui pengembang.
Perombakan antarmuka ini diumumkan tanpa gembar-gembor di platform cloud selama dua hari terakhir. Prosesnya sudah disiapkan berbulan-bulan, termasuk peluncuran fitur versi beta pada Agustus yang diuji hampir sebulan sebelum rilis stabil.
Fitur paling mencolok di versi 2026.10 adalah globe berputar yang menampilkan lokasi server yang tersedia bagi pengguna. Tampilan ini membuat pencarian server terasa lebih imersif ketimbang daftar teks biasa.
Pengguna bisa memperbesar, menggeser, dan menelusuri globe per wilayah untuk menemukan lokasi server VPN secara tepat. Rute koneksi yang sedang aktif juga terlihat langsung di tampilan globe yang sama.
Fungsi multi-hop Mullvad mengarahkan trafik melalui dua server sekaligus demi privasi tambahan. Sebelumnya fitur ini harus dinyalakan manual, kini aplikasi Android bisa mengaktifkannya sendiri saat pengaturan terkait membutuhkannya.
Kondisi paling relevan muncul ketika DAITA aktif. DAITA adalah teknik keamanan yang menyamarkan pola trafik jaringan agar tidak mudah disadap. Kalau server yang dipilih tidak mendukung DAITA secara langsung, sistem otomatis menyalakan mode multi-hop karena DAITA butuh atau lebih efektif dengan konfigurasi itu.
Sebaliknya, ketika DAITA dimatikan, aplikasi langsung kembali ke koneksi satu server yang lebih cepat agar bandwidth tidak terbuang. Mullvad menyebut multi-hop pertama kali hadir di Android pada 2025, setelah sebelumnya mendarat di desktop dan iOS dengan istilah "terowongan di dalam terowongan".
Fungsi pencarian lokasi server ikut dirapikan. Hasil di kolom 'Select location' kini diurutkan berdasarkan relevansi terhadap kata kunci yang diketik pengguna.
Mullvad juga menambahkan hasil pencarian perkiraan untuk mengenali kecocokan yang tidak persis. Dua bug lama turut dibenahi: pengurutan daftar posisi dalam bahasa Inggris dan kemunculan flag pencabutan akses saat API menolak permintaan.
Dua hari sebelum rilis ini, Mullvad sempat mengeluarkan versi 2026.09 yang mengandung kesalahan serius. Terowongan bisa tersangkut di status connecting dan disconnecting saat obfuscator QUIC digunakan, membuat seluruh state machine terowongan membeku dan aplikasi harus dijalankan ulang.
Versi 2026.10 sudah memperbaiki glitch tersebut, dan Mullvad secara eksplisit meminta pengguna meninggalkan versi 09. Meski begitu, pengembang memperingatkan bahwa 2026.10 berpotensi gagal pada percobaan koneksi pertama ketika fitur seperti quantum-resistant tunnels atau DAITA dipakai.
Mullvad menyatakan perbaikan untuk masalah koneksi itu akan hadir di rilis berikutnya. Perusahaan berbasis di Swedia ini memang rutin mengabarkan celah dan bug ke penggunanya, praktik transparansi yang jadi nilai jual di pasar VPN global.
Versi 2026.10 saat ini bisa diunduh lewat GitHub. Belum ada keterangan resmi soal jadwal masuknya update ini ke Google Play maupun halaman unduhan di situs Mullvad.
Pengguna Indonesia yang memakai Mullvad untuk aktivitas lintas negara sebaiknya menunggu versi perbaikan berikutnya jika mengandalkan quantum-resistant tunnels atau DAITA. Kalau tidak, update ini tetap layak dicoba demi globe server interaktif dan multi-hop otomatis yang menghemat langkah konfigurasi manual.