BATAM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini kabut asap karhutla untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Peringatan tersebut berlaku seiring prakiraan cuaca yang berlaku mulai Minggu, 20 September 2026 pukul 07.00 WIB hingga Senin, 21 September 2026 pukul 07.00 WIB.
Dalam laporan yang dikutip di Batam, Minggu, BMKG menyebut kabut asap berpotensi mengganggu jarak pandang dan pernapasan warga. Kondisi udara di wilayah Kepri secara umum didominasi berawan hingga berawan tebal.
BMKG meminta warga mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang. Peringatan itu berlaku pada pagi hingga siang hari.
Wilayah yang diminta waspada meliputi Kota Batam, Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kabupaten Natuna, dan Kabupaten Anambas. Kelima daerah itu masuk dalam cakupan peringatan dini yang dikeluarkan stasiun meteorologi setempat.
Kondisi cuaca tersebut dipicu oleh adanya belokan angin (shearline) di sekitar wilayah Kepulauan Riau. Fenomena itu menyebabkan penumpukan massa udara yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
Meski didominasi awan, potensi hujan berintensitas ringan hingga sedang masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah pada pagi dan siang hari. Warga diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum beraktivitas di luar ruangan.
Peringatan kabut asap karhutla menambah daftar risiko cuaca yang harus diantisipasi warga Kepri pekan ini. Selain gangguan pernapasan, kabut asap dapat menurunkan jarak pandang bagi pengguna jalan dan pelayaran antarpulau.
BMKG menegaskan peringatan ini sebagai bagian dari laporan prakiraan cuaca resmi untuk wilayah Kepulauan Riau. Warga diminta mengikuti perkembangan informasi cuaca dari kanal resmi BMKG.