Gebyar Melayu Pesisir 2026 Digelar di Batam, UMKM Kepri Didorong Tembus Pasar Ekspor

Penulis: Faisal Hasbi  •  Senin, 21 September 2026 | 12:32:01 WIB
Pembukaan Gebyar Melayu Pesisir 2026 berlangsung di K Square, Batam.

BATAM — Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau membuka Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 di K Square, Batam. Pembukaan acara itu dihadiri Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti secara virtual, Kepala Perwakilan BI Kepri Rony Widijarto Purubaskoro, serta jajaran Forkopimda Kepri.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni menegaskan posisi geografis Kepri yang 98 persen berupa lautan dan berada di jalur strategis Selat Malaka menjadi modal besar. Menurutnya, kondisi itu dapat memperkuat sektor industri, perdagangan, dan pariwisata berbasis budaya lokal.

Pelestarian Budaya Dinilai Bisa Ciptakan Nilai Tambah Ekonomi

Misni menempatkan pelestarian budaya bukan sekadar upaya menjaga identitas daerah. Baginya, warisan Melayu bisa menjadi sumber nilai tambah ekonomi berbasis kekayaan intelektual dan kreativitas masyarakat.

"Pelestarian budaya harus ditempatkan bukan hanya sebagai upaya menjaga identitas, tetapi juga menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis kekayaan intelektual dan kreativitas masyarakat," ujar Misni saat membuka acara.

UMKM Kepri Diarahkan ke Digitalisasi Pembayaran Lintas Negara

Pengembangan UMKM di Kepri perlu diarahkan pada peningkatan produktivitas dan inovasi. Misni juga menyoroti pentingnya digitalisasi sistem pembayaran seperti QRIS Antarnegara (cross-border) agar pelaku usaha mampu bersaing di pasar ekspor.

GMP 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk lokal. Acara ini dirangkaikan dengan Export Coaching Program, business matching pembiayaan, hingga pelatihan tenun untuk mendorong UMKM Kepri naik kelas.

Bank Indonesia Dinilai Konsisten Dorong Ekonomi Daerah

Pemprov Kepri mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan GMP 2026. Ajang tahunan ini mengusung tema "Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan".

Rangkaian kegiatan GMP 2026 menyasar pelaku UMKM yang ingin memperluas pasar. Lewat pelatihan ekspor dan pertemuan bisnis, peserta difasilitasi bertemu calon pembeli serta sumber pembiayaan.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: terasbatam.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top