KARIMUN — Kejuaraan yang mempertandingkan kelompok umur (KU) 6 hingga 11 tahun itu menempatkan empat atlet Karimun sebagai yang terbaik di kelompoknya. Derren Lim menyapu bersih enam emas di KU-11 putra. Victoria Floretta Zuang mengoleksi lima emas dan satu perak di KU-11 putri.
Dua nama lain menyusul. Marcello Ramdhan Fasyathon menutup KU-10 putra dengan dua emas, satu perak, dan satu perunggu. Hafiza Ghania Efendi mengumpulkan tiga emas, satu perak, dan dua perunggu di KU-7 putri.
Tim pelatih Karimun mendampingi para atlet dengan keterbatasan sarana yang cukup mendasar. Sampai sekarang, latihan rutin digelar di kolam renang sepanjang 20 meter. Sementara arena pertandingan resmi umumnya memakai lintasan 50 meter.
Kabupaten Karimun belum memiliki kolam renang berstandar 50 meter. Kondisi itu membuat para atlet harus menyesuaikan diri setiap kali turun di kompetisi tingkat provinsi.
Fadli Surahman menilai keterbatasan fasilitas tidak boleh memutus proses pembinaan. Menurut dia, anak-anak asuhannya tetap berlatih dan membuktikan kemampuan mereka di Tanjungpinang.
"Selama ini anak-anak berlatih di kolam renang 20 meter. Dengan fasilitas yang ada, mereka tetap berlatih dan mampu membuktikan diri dengan meraih prestasi. Tentu akan berbeda apabila Kabupaten Karimun memiliki kolam renang standar 50 meter yang lebih representatif," kata Fadli.
Fadli berharap Pemerintah Kabupaten Karimun merealisasikan pembangunan kolam renang standar 50 meter. Baginya, fasilitas itu bukan sekadar sarana olahraga, melainkan investasi jangka panjang bagi pembinaan atlet akuatik daerah.
Kejuaraan di Tanjungpinang juga mencatat peran orang tua atlet. Mereka membiayai sendiri keberangkatan anak-anak ke kompetisi tersebut. Dukungan itu dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam perkembangan para atlet.
"Kami sangat berterima kasih kepada seluruh orang tua atlet. Mereka memberikan dukungan yang luar biasa, mulai dari proses latihan hingga memberangkatkan anak-anaknya dengan biaya mandiri. Prestasi ini juga merupakan hasil pengorbanan dan komitmen para orang tua," ujar tim pelatih.
Khairul Isman dan Nita menyebut hasil Fun Swimming 2026 akan menjadi bahan evaluasi latihan. Penajaman diarahkan pada teknik renang, kondisi fisik, mental bertanding, serta catatan waktu tiap atlet.
Tim pelatih menilai raihan 21 emas, delapan perak, 11 perunggu, dan empat gelar Best Swimmer menunjukkan potensi atlet renang Karimun yang terus berkembang. Karena itu, pembangunan kolam renang standar 50 meter dinilai mendesak untuk menyediakan tempat latihan yang lebih layak.
Dengan dukungan Pemkab Karimun, orang tua, dan pelatih, atlet renang yang telah tumbuh di daerah itu diharapkan mampu bersaing lebih tinggi di tingkat Kepulauan Riau hingga nasional.