Karhutla Lingga Masih Membara 20 Hari, Pemkab Siagakan Tenaga Kesehatan On Call untuk Petugas

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Selasa, 22 September 2026 | 13:47:32 WIB
Petugas menangani kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Pemerintah Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, menyiagakan tenaga kesehatan bagi petugas yang menangani kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu. Layanan diberikan secara on call untuk kondisi mendesak, ditambah pemeriksaan berkala dan pemberian vitamin guna menjaga kebugaran petugas. Penanganan karhutla di Lingga telah berlangsung lebih dari 20 hari dan masih menyisakan api di sejumlah lahan.

LINGGA — Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lingga Oktanius Wirsal menyatakan tenaga kesehatan disiagakan untuk merespons kebutuhan petugas di lapangan. "Jadi ketika terjadi apa-apa, teman-teman tenaga kesehatan akan datang, sifatnya on call," ucapnya saat dikonfirmasi dari Batam.

Di luar layanan darurat, Pemkab Lingga menjalankan pemeriksaan kesehatan berkala dan menyalurkan vitamin. Keduanya untuk mendeteksi dini kondisi kesehatan sekaligus menjaga kebugaran petugas yang bertahan di lokasi kebakaran.

"Pemeriksaan kesehatan tetap dilakukan, selain itu vitamin juga kami berikan," kata Oktanius.

Pembukaan Lahan dengan Cara Dibakar Diduga Jadi Pemicu

Penanganan karhutla di Lingga sudah melewati 20 hari. Menurut Oktanius, kebakaran diduga bersumber dari praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar.

Petugas masih menjalankan pemadaman, pendinginan, dan pemantauan titik api. Sejumlah lahan dilaporkan masih menyimpan bara yang belum sepenuhnya padam.

Upaya itu melibatkan TNI, Polri, masyarakat, perusahaan, serta instansi dan Organisasi Perangkat Daerah terkait. "Dalam penanganan karhutla kami berkolaborasi dengan berbagai pihak," ujar Oktanius.

Lahan Gambut dan Resam Bikin Api Sulit Dipadamkan

Karakteristik lahan gambut dan resam di Lingga menjadi kendala utama. Kedua jenis lahan itu membuat api bertahan lama dan sulit dipadamkan meski petugas sudah bekerja maksimal.

Keterbatasan peralatan turut memperlambat proses pemadaman. Pemkab Lingga menilai penanganan membutuhkan dukungan pemerintah pusat.

Alat berat diterjunkan untuk membuat parit sebagai sekat. Tujuannya mengisolasi api agar tidak menjalar ke titik lain.

Pemkab Ajukan Modifikasi Cuaca dan Water Bombing

Pemkab Lingga telah mengajukan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca dan water bombing. Permintaan itu disampaikan karena api masih ditemukan di sejumlah titik.

"Kami juga telah mengajukan dukungan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan water bombing, karena api masih ada," kata Oktanius Wirsal.

Hingga kini, pemantauan titik api berlanjut. Petugas bertahan di lapangan sembari menunggu dukungan peralatan dan operasi udara dari pemerintah pusat.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top