Pelindo Regional 4 Ajak Stakeholder Bahas Transformasi Pelabuhan Makassar

Penulis: Faisal Hasbi  •  Rabu, 23 September 2026 | 10:08:01 WIB
Suasana forum Sharing with Stakeholder bertema Transformasi Pelindo Group di Sevara Cafe, Makassar, Selasa (22/9/2026).

KEPULAUAN RIAU — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggelar forum Sharing with Stakeholder di Sevara Cafe, Makassar, Selasa (22/9/2026), untuk menyelaraskan pemahaman soal transformasi perusahaan. Forum bertema Transformasi Pelindo Group ini menyoroti penataan peta peran korporasi dan streamlining yang berdampak langsung pada operasional Pelabuhan Makassar. Dialog itu menjadi ruang bagi instansi pemerintah, penegak hukum, pengguna jasa, dan asosiasi untuk menyampaikan masukan sebelum perubahan organisasi berjalan.

Pelindo Regional 4 menilai transformasi perusahaan tidak bisa jalan sendiri. Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Abdul Azis, mengatakan dukungan dan sinergi pemangku kepentingan menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan perubahan organisasi. Karena itu, komunikasi terbuka terus dibangun agar setiap kebijakan dapat dipahami dan dijalankan bersama-sama.

"Transformasi yang dilakukan Pelindo tidak hanya berkaitan dengan penataan internal perusahaan, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada seluruh pengguna jasa," ujar Abdul Azis.

Penataan Peran Korporasi dan Streamlining

Penataan Peta Peran Korporasi dan Streamlining disebut sebagai bagian dari langkah strategis membangun organisasi yang lebih efektif dan adaptif. Langkah itu menyasar struktur kerja yang selama ini dinilai perlu disesuaikan dengan perkembangan industri kepelabuhanan dan logistik.

Abdul Azis menyebut inisiatif tersebut sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia yang mendorong BUMN menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Pelindo berharap proses ini memperkuat perannya dalam mendukung konektivitas dan kelancaran arus logistik.

Keterlibatan pemangku kepentingan dinilai penting untuk menjaga kelancaran operasional dan pelayanan di Pelabuhan Makassar. Berbagai masukan yang muncul dalam forum menjadi bagian dari upaya Pelindo melakukan perbaikan berkelanjutan.

"Pelabuhan merupakan sebuah ekosistem yang melibatkan banyak pihak. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi menjadi kunci dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang semakin andal, efisien, dan berkelanjutan," katanya.

Siapa Saja yang Hadir

Forum itu dihadiri perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Makassar, Kejaksaan Negeri Makassar, Polres Pelabuhan Makassar, serta Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sulawesi Selatan. Turut hadir Distrik Navigasi Tipe A Kelas I Makassar, PT PELNI Cabang Makassar, Polsek Kawasan Pelabuhan Soekarno-Hatta, dan Polsek Kawasan Paotere.

Dari sisi pengawasan, hadir Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Pelabuhan Makassar, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe B Makassar, dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar. Unsur asosiasi diwakili Ketua DPW ALFI/ILFA Sulawesi Selatan dan Barat Yodi Nalendra, Ketua DPC INSA Makassar Capt. Zulkifli Zahril, serta perwakilan DPW APBMI Sulawesi Selatan dan DPD GPEI Sulawesi Selatan dan Barat.

Menjaga Operasional Tetap Lancar

Division Head Operasi Pelindo Regional 4, Yusida M. Palesang, mengatakan komunikasi berkesinambungan dengan pemangku kepentingan diperlukan untuk memastikan kegiatan operasional pelabuhan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

"Setiap instansi dan asosiasi memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung aktivitas di pelabuhan. Melalui kegiatan ini, berbagai hal yang berkaitan dengan pelayanan dan operasional dapat didiskusikan secara langsung sehingga koordinasi di lapangan menjadi semakin baik," ujar Yusida.

Forum tersebut juga menjadi kesempatan bagi Pelindo mendengar aspirasi dari instansi pemerintah, aparat penegak hukum, pengguna jasa, dan asosiasi yang beraktivitas di lingkungan Pelabuhan Makassar.

"Kami berharap kebersamaan yang selama ini telah terjalin dapat terus diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, berbagai tantangan operasional dapat diselesaikan secara cepat dan tepat, sehingga pelayanan kepada pengguna jasa tetap terjaga," ucapnya.

Sharing with Stakeholder sendiri merupakan program rutin tahunan Manajemen Pelindo Regional 4. Selain menyampaikan kebijakan dan perkembangan perusahaan, forum itu dipakai untuk berbagi pengalaman, gagasan, dan masukan antara manajemen Pelindo Group dan para pemangku kepentingan.

Bagi Pelabuhan Makassar, kelancaran arus logistik bergantung pada koordinasi lintas instansi yang selama ini berjalan. Transformasi Pelindo Group menempatkan pelabuhan sebagai simpul konektivitas wilayah, sehingga hasil dialog dengan pemangku kepentingan akan menentukan seberapa mulus perubahan organisasi sampai ke layanan harian di lapangan.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: sindomakassar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top