Benchmark Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6: CPU Naik 16%, AI LLM Melonjak 4x

Penulis: Zulkifli Arief  •  Rabu, 23 September 2026 | 12:36:31 WIB
Benchmark Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mencatat skor multi-core Geekbench 7 sebesar 12.464 pada perangkat referensi Qualcomm.

KEPULAUAN RIAU — Benchmark Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 di perangkat referensi Qualcomm menunjukkan skor multi-core Geekbench 7 tembus 12.464, naik sekitar 16% dari Snapdragon 8 Elite Gen 5. Chip ini juga mencatat lonjakan performa AI LLM hampir empat kali lipat, meski masih kalah dari A20 Pro di single-core. Kehadirannya menandai arah baru Qualcomm menuju era agentic AI di smartphone.

Pengujian dilakukan pada Qualcomm Reference Design (QRD), bukan perangkat final yang akan dijual ke konsumen. Unit uji membawa 24GB RAM LPDDR5X, penyimpanan 1TB, baterai 4.400 mAh, dan layar AMOLED 6,73 inci beresolusi 1440x3200 piksel. Spesifikasi ini cukup merepresentasikan apa yang bakal muncul di ponsel flagship mendatang, meski kapasitas baterai kemungkinan berbeda.

Qualcomm mengklaim CPU Extreme Gen 6 hanya 13% lebih cepat dari generasi sebelumnya. Hasil pengujian justru menunjukkan angka lebih tinggi, terutama di beban multi-core.

Geekbench 7: Single-Core Kalah, Multi-Core Nyaris Menyamai A20 Pro

Di segmen single-core, A20 Pro milik iPhone 18 Pro Max masih memimpin dengan skor 4.741. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mencatat 4.161, sementara Snapdragon 8 Elite Gen 5 hanya 3.110.

Selisih mengecil di multi-core. Chip baru Qualcomm meraih 12.464, mendekati A20 Pro yang berada di 12.789.

  • Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 (QRD) — Geekbench 7 single-core 4.161, multi-core 12.464
  • Snapdragon 8 Elite Gen 5 (Galaxy Z Fold 8 Ultra) — single-core 3.110, multi-core 10.578
  • A20 Pro (iPhone 18 Pro Max) — single-core 4.741, multi-core 12.789

Lompatan ini ditopang dua Prime Core baru yang berjalan di 5GHz, pertama untuk chip smartphone. Konsekuensinya, suhu bagian belakang perangkat referensi terasa panas saat pengujian intensif.

Dalam pemakaian sehari-hari, perpindahan antar aplikasi dan pengelolaan banyak app di latar belakang tetap mulus. Selisih dengan A20 Pro kemungkinan tidak terasa signifikan bagi pengguna biasa.

AnTuTu: Skor 5,6 Juta, Unggul Jauh dari Generasi Sebelumnya

Di AnTuTu, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mencatat skor 5.656.347. Angka ini jauh di atas Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang berada di 3.463.142 pada Galaxy S26 Ultra.

Perlu dicatat, pengujian AnTuTu tidak dilakukan di lab yang sama dengan metode pengujian rutin. Hasil ini tetap relevan sebagai gambaran kasar performa mentah chip.

Gaming: GPU Seimbang, Tapi Adreno Neural Fusion Jadi Pembeda

Di 3DMark, kedua kubu bertukar kemenangan. Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mencetak 2.262 di Solar Bay Extreme dan 9.941 di Wildlife Extreme. A20 Pro sedikit lebih tinggi di Solar Bay Extreme dengan 2.904, tapi kalah di Wildlife Extreme dengan 8.344.

  • Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 — Solar Bay Extreme 2.262, Wildlife Extreme 9.941
  • Snapdragon 8 Elite Gen 5 — Solar Bay Extreme 1.372, Wildlife Extreme 6.632
  • A20 Pro — Solar Bay Extreme 2.904, Wildlife Extreme 8.344

Pembeda utamanya ada di Adreno Neural Fusion (ANF), teknologi upscaling dan frame generation berbasis AI. Berbeda dari MetalFX milik Apple yang mengandalkan spatial dan temporal upscaling, ANF berjalan di dalam coprocessor display dan memanfaatkan Matrix Core khusus AI.

Pendekatan ini mirip DLSS milik Nvidia, tapi tujuannya bukan mengejar FPS setinggi mungkin. ANF dirancang menekan konsumsi daya untuk sesi gaming panjang. Pada benchmark Traverse yang dibuat khusus, konsumsi daya turun drastis dengan detail wajah dan medan yang justru lebih tajam.

AI On-Device: Lonjakan Hampir 4x di Benchmark LLM

Ini area di mana Extreme Gen 6 paling menonjol. Memori bersama di seluruh chip diperbesar 50%, dan dukungan model Mixture of Experts (MoE) on-device diperluas.

  • AnTuTu General AI — Extreme Gen 6: 3.027.351, Gen 5: 2.517.068
  • AnTuTu LLM AI — Extreme Gen 6: 3.661.014, Gen 5: 946.492

Lonjakan di benchmark LLM hampir empat kali lipat menunjukkan AI-dedicated core bekerja sesuai klaim Qualcomm. Chip ini disiapkan untuk apa yang disebut Qualcomm sebagai era agentic AI, di mana ponsel bekerja untuk pengguna, bukan sekadar alat yang menunggu perintah.

Suhu dan Baterai: 5GHz Bukan Tanpa Harga

Selama pengujian AnTuTu, suhu perangkat naik 59 derajat Fahrenheit (sekitar 15 derajat Celsius) dan baterai terkuras 6%. Angka ini perlu dibaca hati-hati karena kapasitas baterai 4.400 mAh di perangkat referensi kemungkinan lebih kecil dari ponsel final.

Ponsel flagship mendatang diprediksi memakai baterai silikon-karbon berkapasitas lebih besar. Dengan sel yang lebih besar, persentase penurunan baterai bisa lebih kecil, meski konsumsi daya Prime Core 5GHz tetap tinggi.

Verdict: Peningkatan Iteratif, Bukan Alasan Upgrade dari Ponsel 1-2 Tahun Lalu

Peningkatan performa dari generasi ke generasi memang terlihat, tapi sifatnya masih iteratif. Kalau kamu memakai ponsel flagship keluaran satu sampai dua tahun terakhir, upgrade ke perangkat dengan chip ini sulit dibenarkan.

Pengecualian berlaku kalau kamu memang mengejar kemampuan agentic AI atau ingin siap saat Adreno Neural Fusion masuk ke lebih banyak game lewat dukungan Unity dan Unreal Engine 5. Motorola Signature 27 disebut jadi salah satu perangkat pertama yang memakai chip ini, menyusul kemudian ponsel flagship lain.

Yang jelas, Extreme Gen 6 adalah pernyataan paling tegas Qualcomm soal arah smartphone ke depan. Sistem berbasis aplikasi mulai ditinggalkan, digantikan pendekatan agentic yang dibangun dari fondasi chip itu sendiri.

Reporter: Zulkifli Arief
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top