Pemerintah Kabupaten Natuna merehabilitasi tiga puskesmas pembantu di Kecamatan Pulau Laut, Bunguran Timur, dan Bunguran Timur Laut untuk memperkuat akses layanan kesehatan warga di wilayah terpencil. Kepala Dinas Kesehatan Natuna Hikmat Aliansyah menyebut perbaikan menyasar atap, plafon, lantai, hingga pengecatan ulang bangunan. Anggaran berasal dari dana alokasi umum kesehatan dengan nilai bervariasi di tiap lokasi.
NATUNA — Rehabilitasi menyasar Pustu Tanjung Pala di Kecamatan Pulau Laut, Pustu Batu Gajah di Kecamatan Bunguran Timur, serta Pustu Pengadah di Kecamatan Bunguran Timur Laut. Ketiga fasilitas itu menjadi tumpuan warga yang tinggal jauh dari rumah sakit dan pusat pemerintahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah menjelaskan perbaikan disesuaikan dengan tingkat kerusakan masing-masing bangunan. Pekerjaan mencakup penggantian atap, perbaikan plafon, pengecoran lantai, sampai pengecatan ulang.
Dinas Kesehatan mencatat kebutuhan anggaran rehabilitasi Pustu Tanjung Pala mencapai lebih dari Rp 200 juta. Angka itu jauh di atas dua pustu lainnya, yakni Pustu Batu Gajah dan Pustu Pengadah yang masing-masing di bawah Rp 110 juta.
"Kegiatan rehabilitasi ketiga pustu ini dilakukan secara pengadaan langsung karena anggarannya di bawah Rp 500 juta," ucap Hikmat.
Metode pengadaan langsung dipilih karena nilai kontrak tiap paket tidak melewati ambang batas yang mewajibkan lelang terbuka. Sumber dananya berasal dari dana alokasi umum kesehatan.
Kabupaten Natuna terdiri dari ratusan pulau dengan sebaran penduduk yang tidak merata. Warga di kecamatan luar Bunguran kerap harus menempuh perjalanan laut atau darat berjam-jam untuk mencapai rumah sakit terdekat.
Pustu berfungsi sebagai layanan kesehatan tingkat pertama sebelum pasien dirujuk ke puskesmas induk atau RSUD. Kondisi bangunan yang rusak membuat pelayanan berisiko terganggu, terutama saat cuaca buruk.
Hikmat menyatakan rehabilitasi bertujuan memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama tetap layak dipakai masyarakat. Pemkab Natuna berharap perbaikan mendukung kelancaran pelayanan bagi warga yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan utama.
"Anggaran rehabilitasi berasal dari dana alokasi umum (DAU) kesehatan," ujar Hikmat.
Dengan bangunan yang sudah diperbaiki, pustu diharapkan bisa kembali melayani imunisasi, pemeriksaan ibu hamil, pengobatan dasar, dan posyandu rutin. Tiga lokasi itu melayani warga di kecamatan yang jaraknya cukup jauh dari pusat kota Ranai.
Belum ada keterangan resmi soal target waktu penyelesaian seluruh pekerjaan. Dinas Kesehatan juga belum menyebut apakah ada pustu lain yang masuk daftar rehabilitasi berikutnya.