Review Keen Roam: Sepatu Trail Serbaguna yang Kurang Dukungan Arch

Penulis: Hafizh Ramadhan  •  Jumat, 25 September 2026 | 17:37:31 WIB
Sepatu trail Keen Roam dipamerkan dengan desain kalem dan bobot ringan untuk berbagai medan.

KEPULAUAN RIAU — Keen Roam adalah sepatu trail running adaptif yang dirancang untuk gravel, tanah, dan aspal — pada dasarnya sepatu serba bisa. Sayangnya, ambisi menjadi jago di semua medan justru membuatnya lemah di beberapa area: bantalan kurang tebal dan arch support terasa minim. Diuji langsung di medan berbatu, berlumpur, dan jalanan basah, sepatu ini tetap punya daya cengkeram dan waterproofing yang solid.

Keen Roam dijual di situs resmi Keen Amerika Serikat seharga USD 180, atau di Keen Inggris seharga 140 poundsterling. Versi non-waterproof tersedia lebih murah, yakni USD 165. Selisih USD 15 cukup kecil, jadi versi waterproof lebih masuk akal untuk perlindungan ekstra terhadap cuaca. Sepatu ini tersedia dalam ukuran wanita US 5-12 dan pria US 7-15, lengkap dengan half sizes.

Spesifikasi dan Harga Keen Roam

  • Harga: USD 180 (waterproof) / USD 165 (non-waterproof) / 140 poundsterling
  • Berat per sepatu: 9,9 ons
  • Heel height: 1,5 inci (39mm)
  • Drop value: 0,24 inci (6mm)
  • Material: mesh dan karet
  • Waterproofing: KEEN.DRY
  • Warna wanita: Black/Black, Huckleberry/Ballad blue, Faded denim/Lemon grass
  • Warna pria: Black/Black, Dark olive/Burnt brick, Steel grey/Black

Desain dan Build: Tampilan Kalem, Bobot Ringan

Keen Roam tampil seperti sepatu sneakers biasa. Tidak mencolok seperti kebanyakan sepatu lari di pasaran, bahkan kombinasi warna yang lebih cerah pun terkesan kalem. Bentuknya mengikuti ciri khas Keen dengan toe box lebar, tapi tidak terlihat atau terasa terlalu besar.

Bobotnya 9,9 ons per sepatu, lebih ringan dari sepatu hiking umum seperti Salomon XT-6 yang berbobot 11,8 ons. Ini menjadikannya pilihan yang masuk akal untuk berlari. Heel height 1,5 inci dengan drop 0,24 inci mengurangi beban pada betis, tapi justru menggeser beban ke lutut dan pinggul — penulis mengaku merasakan pegal di lutut saat memakainya.

Upper, Insole, dan Outsole

Upper sepatu terbuat dari mesh dengan overlay di bagian depan toe box untuk daya tahan tambahan. Ini berguna saat melewati medan tidak rata dan bagian depan sepatu tersangkut permukaan tajam. Kaki tidak terasa terlalu panas saat berlari, jadi lapisan mesh terasa breathable.

Insole dilapisi busa QUANTUMFOAM dari Keen. Busa ini tidak sekenyal yang diharapkan dan terasa cukup keras untuk berlari. Karena ini sepatu trail, stabilitas lebih dibutuhkan untuk menghadapi medan tidak rata, jadi wajar jika tidak sekenyal sepatu balap. Tapi penulis tetap ingin sedikit lebih banyak pantulan. Terasa seperti level bantalan yang sama dengan sepatu hiking Keen — bagus untuk berjalan, kurang untuk trail running sebagaimana peruntukannya.

Outsole karet memiliki lug multidirectional yang membantu traksi dan cengkeraman. Sepatu ini memakai KEEN.ALL-TERRAIN traction dengan lug 2,75mm yang benar-benar mencengkeram permukaan tidak rata. Fitur ini bekerja baik di Roam, dan penulis merasakan perbedaan signifikan dibanding sepatu lari biasa seperti New Balance Fresh Foam yang tidak punya level traksi sekuat ini.

Kenyamanan: Langsung Pakai Tanpa Break-in

Seperti sepatu hiking Keen lainnya, Roam nyaman dipakai langsung dari kotak. Tidak perlu break-in sama sekali dan tidak menimbulkan lecet bahkan saat trekking, berlari, dan mendaki bukit. Hal ini tidak mengejutkan karena semua sepatu Keen yang pernah diuji penulis selalu siap pakai.

Sepatu ini sangat breathable dan bisa dipakai berjam-jam saat berjalan. Ruang di toe box cukup luas, jadi pemilik kaki lebar akan puas dengan kenyamanannya. Namun, bantalan yang minim membuat langkah terasa keras, terutama saat berlari. Ini berdampak ringan pada lutut dan tulang kering.

Performa: Cengkeraman Juara, Dukungan Kurang

Secara keseluruhan, performa Keen Roam mengesankan. Penulis tidak akan memakainya untuk setiap lari, tapi sepatu ini andal saat melintasi medan tidak rata — yang memang jadi tujuan desainnya.

Grip sangat baik. Tidak ada rasa akan terpeleset atau jatuh bahkan saat permukaan sedikit lembap atau basah. Lug mencengkeram tanah dan memberi traksi di area berlumpur. Sepatu ini benar-benar unggul di medan seperti tanah liat, yang juga membuat bantalan terasa lebih memaafkan. Karena bentuk lug di bagian bawah, beberapa batu kecil tersangkut, tapi mudah dilepas.

Support jadi titik lemah. Penulis tidak mendapat dukungan cukup dari sepatu ini, baik untuk berlari maupun trekking. Arch support terasa kurang. Padahal Keen biasanya jadi merek andalan untuk arch support yang serius, seperti pada sepatu Leiki mereka. Setelah berlari tiga mil, penulis merasakan ketegangan di lutut hingga tulang kering akibat kombinasi kurangnya dukungan dan bantalan.

Flex ada di toe box Roam, tepat di tempat yang dibutuhkan untuk berlari, tapi berjalan terasa sangat flat-footed. Penulis nyaman di permukaan yang lebih rata, tapi langkah tetap terasa agak terhambat. Sepatu kaku kadang bagus dan justru memberi dukungan lebih, tapi flex lebih disukai untuk jalan sehari-hari.

Waterproofing dan Perawatan

Versi yang diuji adalah versi waterproof dengan teknologi KEEN.DRY. Penulis sudah familiar dengan teknologi ini dari sepatu hiking dan sneakers Keen sebelumnya, dan tidak pernah mengalami air masuk ke dalam sepatu. Saat berlari melewati genangan, Roam tidak membiarkan air menembus.

Keen menyediakan instruksi perawatan detail di situsnya. Disarankan memakai spons lembut dan lembap untuk membersihkan kotoran di upper. Jangan menggosok sepatu saat langkah ini agar tidak merusak lapisan waterproofing. Noda membandel bisa dibersihkan dengan pembersih lembut — penulis memakai sabun cuci piring biasa dan hasilnya baik. Sikat juga outsole untuk melepas batu atau gumpalan tanah yang tersangkut setelah lari atau hiking.

Kelebihan dan Kekurangan

  • Kelebihan: Traksi KEEN.ALL-TERRAIN sangat baik di medan berlumpur dan tanah liat
  • Kelebihan: Waterproofing KEEN.DRY terbukti tidak bocor saat melewati genangan
  • Kelebihan: Nyaman langsung dari kotak, tanpa break-in, tidak menimbulkan lecet
  • Kelebihan: Toe box lebar dan upper mesh breathable untuk pemakaian lama
  • Kekurangan: Bantalan kurang, langkah terasa keras terutama saat berlari
  • Kekurangan: Arch support minim, membuat kaki mudah lelah dan lutut pegal
  • Kekurangan: Berjalan terasa flat-footed karena sol kaku
  • Kekurangan: Lug mudah menyangkut batu kecil meski mudah dibersihkan

Verdict: Cocok untuk Medan Campuran, Kurang untuk Lari Intens

Keen Roam pilihan tepat jika Anda butuh satu pasang sepatu untuk hiking, jalan santai, dan lari ringan. Serbaguna berkat traksi dan waterproofing yang bisa diandalkan di segala cuaca. Fit-nya bagus dengan ruang toe box lega, dan upper mesh sangat breathable sehingga bisa dipakai seharian.

Namun, bantalan di sol kurang untuk penulis, dan minimnya arch support membuat pergelangan kaki cenderung berputar ke dalam — tidak ideal untuk postur. Sepatu ini direkomendasikan untuk siapa saja yang sering menghadapi medan bervariasi atau tidak ingin berinvestasi di beberapa pasang sepatu outdoor sekaligus. Untuk pembanding, Salomon Aero Glide 4 GRVL (USD 160) menawarkan bantalan lebih baik untuk medan gravel, sementara Hoka Speedgoat 7 (USD 165) unggul dalam stabilitas dan grip tapi mengorbankan sebagian bantalan.

Reporter: Hafizh Ramadhan
Sumber: tomsguide.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top