Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengandalkan program Nusantara Sehat dari Kementerian Kesehatan untuk menutup kekurangan tenaga dokter di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan daerah itu. Kepala Dinas Kesehatan Natuna Hikmat Aliansyah menyebut beberapa dokter gigi, apoteker, dan dokter umum saat ini diperoleh melalui program tersebut. Empat puskesmas di wilayah kepulauan tercatat belum memiliki dokter gigi hingga kini.
NATUNA — Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna mengusulkan penambahan tenaga kesehatan lewat skema Nusantara Sehat karena formasi dokter definitif sulit terisi. Hikmat Aliansyah menyampaikan hal itu di Natuna, Senin, dan menyebut kebutuhan tenaga medis di daerah kepulauan ini belum sepenuhnya terpenuhi dari jalur reguler.
Selain Nusantara Sehat, Pemkab Natuna memanfaatkan program pendayagunaan dokter spesialis (PPDS) untuk mendatangkan dokter spesialis. Dua jalur itu menjadi penopang sementara layanan kesehatan di wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna Utara.
Hikmat menegaskan kendala utama bukan pada keterbatasan formasi, melainkan minimnya dokter yang berminat melamar atau mendaftar. Kondisi geografis kepulauan dan jarak tempuh dari pusat provinsi menjadi pertimbangan tersendiri bagi calon tenaga medis.
"Jadi kita upayakan meminta bantuan dari Kemenkes. Setiap usulan yang kita kirim juga menyesuaikan dengan kesediaan dokter dan apakah mereka bersedia mengikuti program yang dibuka Kemenkes," katanya.
Setiap usulan yang dikirim Dinkes Natuna, menurut Hikmat, bergantung pada kesediaan dokter mengikuti program yang dibuka Kementerian Kesehatan. Artinya, jumlah tenaga yang bisa ditempatkan tidak sepenuhnya ditentukan daerah.
Dinkes Natuna mencatat empat puskesmas yang hingga kini belum memiliki dokter gigi, yakni Puskesmas Bunguran Selatan, Batubi, Pulau Tiga, dan Sedanau. Sebagian lokasi itu berada di wilayah kepulauan yang aksesnya bergantung pada transportasi laut.
Dokter gigi menjadi salah satu tenaga medis yang paling dibutuhkan, terutama untuk ditempatkan di puskesmas. Kebutuhan ini menyangkut layanan dasar yang seharusnya tersedia di tingkat kecamatan.
"Beberapa puskesmas ini berada di wilayah kepulauan. Namun, kami terus berupaya memenuhi kebutuhan dokter agar pelayanan kesehatan di wilayah tersebut tetap berjalan optimal," ujar Hikmat.
Program Nusantara Sehat menempatkan tenaga kesehatan pada daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan dengan masa penugasan tertentu. Skema ini cocok untuk Natuna yang berstatus wilayah perbatasan dan punya banyak pulau berpenghuni.
Untuk tenaga spesialis, Pemkab Natuna bersandar pada PPDS. Hikmat menyebut sejumlah dokter gigi, apoteker, dan dokter umum saat ini dimanfaatkan melalui Nusantara Sehat.
"Saat ini beberapa dokter gigi, apoteker, dan dokter umum kita manfaatkan melalui program Nusantara Sehat," ucapnya.
Dinkes Natuna akan terus mengajukan usulan tambahan tenaga kesehatan ke Kemenkes. Hasilnya bergantung pada ketersediaan dokter yang bersedia ditempatkan di wilayah kepulauan tersebut.