Dinkes Kepri Imbau Warga Tanjungpinang, Bintan, Lingga, dan Batam Waspadai Kabut Asap, Kasus ISPA Tembus 3.000

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Selasa, 29 September 2026 | 09:29:32 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kepri menyerahkan masker kepada warga di Tanjungpinang untuk mengantisipasi dampak kabut asap.

Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau mengimbau masyarakat di Tanjungpinang, Bintan, Lingga, dan Batam meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap yang menurunkan kualitas udara dalam beberapa hari terakhir. Kelompok rentan seperti anak-anak dan warga lanjut usia diminta mengurangi aktivitas di luar rumah serta tetap memakai masker saat bepergian. Imbauan muncul setelah kasus infeksi saluran pernapasan akut di Kepri tercatat menembus 3.000 kasus sepanjang September 2026.

TANJUNGPINANG — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepri Mohammad Bisri menyatakan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah meningkatkan risiko gangguan pernapasan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan terpapar langsung. Dinkes Kepri bersama dinkes kabupaten dan kota menyiapkan pelayanan kesehatan maksimal di puskesmas hingga rumah sakit untuk mengantisipasi lonjakan kasus ISPA.

Selama periode September 2026, jumlah kasus ISPA di provinsi itu tercatat sudah mencapai 3.000-an kasus. Musim kemarau panjang disebut memperparah kondisi tersebut.

Masker Didistribusikan ke Puskesmas

Dinkes Kepri telah menyalurkan masker ke sejumlah puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat. Langkah itu diambil supaya warga tidak terpapar kabut asap saat beraktivitas di luar rumah.

"Kami juga sudah mendistribusikan masker ke puskesmas-puskesmas untuk dibagikan kepada masyarakat, supaya tidak terpapar kabut asap," ucap Bisri.

Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah jika tidak ada keperluan mendesak. Anak-anak hingga lanjut usia masuk kelompok yang paling perlu diperhatikan karena lebih rentan terinfeksi.

Kabut Asap Kembali Menyelimuti Kepri Sejak Sabtu

Stasiun BMKG Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang mencatat kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kepri sejak Sabtu (26/9) dan masih berlangsung sampai Senin (28/9). Meski sempat diguyur hujan, kabut asap masih terpantau di beberapa wilayah, khususnya Tanjungpinang dan Bintan.

Kabut asap diprakirakan berasal dari luar wilayah akibat pergerakan angin, sehingga terbawa dan memengaruhi kondisi udara di Kepri. Kondisi itu dapat mengganggu jarak pandang dan menurunkan kualitas udara.

"Perhatikan perubahan cuaca yang dapat terjadi dengan cepat, khususnya ketika beraktivitas di luar ruangan maupun di wilayah perairan," kata Prakirawan BMKG Tanjungpinang Rizqi.

Waspadai ISPA dan Influenza

Bisri mengingatkan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut. Penyakit influenza yang belakangan marak terjadi di Kepri juga menjadi perhatian.

"Kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, salah satunya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), termasuk penyakit influenza yang belakangan ini marak terjadi di Kepri," ucap Bisri.

Masyarakat diimbau tetap menggunakan masker ketika bepergian atau ke luar rumah. Langkah sederhana itu dinilai efektif mencegah polusi udara yang ditimbulkan kabut asap.

Dinkes Kepri memastikan layanan kesehatan di puskesmas dan rumah sakit siaga menghadapi kemungkinan lonjakan pasien ISPA seiring musim kemarau yang masih berlanjut.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top