KEPULAUAN RIAU — Timnas Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah menghancurkan Bangladesh 9-2, dengan duet Mitchell Baker dan Ole Romeny jadi motor serangan. Baker mencetak lima gol, sementara Romeny menyumbang tiga assist dalam laga yang menegaskan chemistry baru di lini depan Garuda.
Kemenangan besar di Grup A itu memastikan Indonesia finis sebagai juara grup. Poin Indonesia dan Malaysia sama-sama tujuh, selisih gol juga identik sembilan, tetapi Garuda unggul produktivitas gol 11 berbanding 9. Malaysia sendiri menang 6-0 atas Singapura di laga lain, namun tidak cukup untuk menyalip Indonesia.
Lima gol Baker ke gawang Bangladesh jadi bukti ketajamannya di turnamen ini. Romeny tidak mencetak gol, tetapi tiga assist-nya membuka ruang dan peluang yang membuat Baker leluasa menyelesaikan serangan.
Kombinasi itu terlihat paling padu justru di laga terakhir fase grup. Sebelumnya, saat melawan Malaysia dan Singapura, keduanya belum menemukan ritme permainan yang diinginkan.
Baker mengakui laga kontra Bangladesh adalah kali pertama ia bermain bersama Romeny. Keduanya baru bertemu di pemusatan latihan jelang turnamen.
"Saya rasa penting juga untuk diingat bahwa ini adalah kali pertama saya bermain bersama Ole. Saya belum pernah bermain dengannya sebelum pemusatan latihan ini, jadi kami masih terus membangun chemistry dan menurut saya itu hal yang sangat krusial," ujar Baker selepas laga kontra Bangladesh.
Pelatih John Herdman menilai proses adaptasi kedua penyerangnya berjalan sesuai rencana. Ia menyebut tim baru menjalani enam sesi latihan bersama sebelum turnamen bergulir.
"Jadi, seperti yang baru saja dijelaskan Mitchell, tim sedang membangun chemistry. Mereka baru menjalani enam sesi latihan bersama. Beberapa pemain ini, sebagaimana dikatakannya, baru mulai menemukan ritme bersama," ujar Herdman.
Produktivitas gol Indonesia di fase grup jadi modal penting menuju final. Dengan 11 gol, Garuda menunjukkan lini serang yang tidak bergantung pada satu pemain saja.
Romeny yang lebih banyak bergerak di ruang kosong memberi Baker kebebasan bergerak di kotak penalti. Pola itu berpotensi jadi senjata utama di laga puncak nanti.
Herdman disebut bakal terus mematangkan kombinasi keduanya sebelum final. Kemenangan atas Bangladesh sekaligus menutup fase grup dengan catatan sempurna bagi Indonesia.