KEPULAUAN RIAU — Pelatih Timnas Argentina Lionel Scaloni menegaskan Albiceleste tidak akan kehilangan arah sepeninggal Lionel Messi. Pernyataan itu muncul menjelang laga perpisahan Messi melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, yang jadi penampilan terakhirnya di kancah internasional.
Scaloni mengakui kepergian Messi meninggalkan ruang yang sulit diisi siapa pun. Namun ia menolak anggapan Argentina bakal kembali terpuruk seperti masa-masa setelah Diego Maradona pensiun.
Argentina akan menggelar laga perpisahan dengan Messi pada Rabu (7/10) pukul 06.00 WIB di Stadion Monumental, Buenos Aires. Benin mendapat kehormatan menjadi tim terakhir yang dihadapi pemain 39 tahun itu di kancah internasional.
Setelah laga itu, Messi menutup perjalanan di timnas yang berjalan lebih dari dua dekade. Ia meninggalkan catatan 125 gol dari 207 penampilan, plus dua gelar Copa America dan satu Piala Dunia.
Scaloni menyebut kehadiran Messi di lapangan sebagai pengalaman yang tak tergantikan. Ia mengaku belum pernah melihat pemain lain tampil dengan cara seperti La Pulga.
"Messi meninggalkan sesuatu yang tiada duanya. Kami harus terus bermain, namun sensasi saat ia berada di lapangan sungguh istimewa. Saya belum pernah melihat orang lain menampilkan permainan seperti yang ia tunjukkan di lapangan sepak bola, dan itulah hal yang akan kami rindukan," ujar Scaloni, dikutip ESPN.
Kekhawatiran soal kemunduran Argentina bukan tanpa dasar. Setelah Maradona pensiun, Albiceleste butuh 35 tahun sebelum kembali juara dunia.
Scaloni menepis keraguan itu dengan nada yakin. Ia menilai fondasi tim yang dibangunnya sudah cukup kuat untuk bersaing di level tertinggi.
"Timnas Argentina akan terus bertahan. Kami akan tetap berada di level tinggi; saya sama sekali tidak meragukan hal itu," tegasnya.
Kontrak Scaloni akan habis tahun ini. Ia sedang dalam negosiasi tahap lanjut dengan Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA) terkait perpanjangan kontrak.
Jika tak ada aral melintang, Scaloni disebut-sebut akan lanjut hingga empat tahun ke depan. Kesepakatan itu bakal menentukan arah Argentina di era pasca-Messi.