DEPOK — Penghargaan BSSN diberikan setelah Pemprov Kepri menuntaskan pembentukan dan registrasi TTIS di 7 kabupaten dan kota. Wagub Nyanyang Haris Pratamura menerima langsung piagam tersebut dalam acara di Kantor BSSN Sawangan.
Keberadaan tim menjadi bagian dari konsolidasi nasional BSSN untuk memperkuat koordinasi ketahanan siber lintas sektor pemerintahan. Bagi Kepri, langkah itu menyangkut kesiapan wilayah kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
TTIS menjalankan sejumlah fungsi berjenjang, mulai dari identifikasi, deteksi, verifikasi, penanganan, mitigasi, hingga pemulihan ketika terjadi insiden siber. Tim ini juga bertugas memastikan sistem elektronik pemerintah daerah pulih cepat saat gangguan terjadi.
Nyanyang menyebut peran tim bersifat vital bagi keberlangsungan layanan publik.
"TTIS memiliki peran vital untuk mengidentifikasi, mendeteksi, menangani hingga memulihkan gangguan keamanan sistem elektronik," ujar Nyanyang.
Sebagai provinsi kepulauan sekaligus wilayah perbatasan, Kepri membutuhkan infrastruktur digital yang aman, andal, dan responsif. Pemerintah daerah kian bergantung pada sistem digital untuk pengelolaan data dan pelayanan masyarakat.
Ketergantungan itu membuat penguatan keamanan siber menjadi kebutuhan mendesak, bukan sekadar pelengkap tata kelola.
"Keberadaan TTIS memastikan perlindungan data dan informasi daerah serta kesinambungan pelayanan publik," kata Nyanyang.
Pembentukan tim di seluruh kabupaten dan kota menunjukkan sinergi pemerintah daerah dalam membangun sistem respons insiden siber yang terintegrasi. Registrasi TTIS di tingkat daerah memungkinkan koordinasi lebih cepat ketika insiden terjadi, tanpa harus menunggu instruksi dari pusat.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan digital agar mampu menghadapi perkembangan ancaman siber. BSSN menilai capaian Kepri dapat menjadi rujukan daerah lain dalam membangun kesiapsiagaan serupa.