GP Singapura di Marina Bay Tetap Digelar Meski Kabut Asap Karhutla Indonesia Menyelimuti

Penulis: Faisal Hasbi  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 10:43:02 WIB
Penyelenggara memastikan Grand Prix Singapura di Marina Bay Street Circuit tetap digelar sesuai jadwal.

Direktur Eksekutif Singapore GP Pte Ltd Adam Firth menegaskan Grand Prix Singapura di Marina Bay Street Circuit tetap berjalan sesuai agenda meski terancam dampak kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Penegasan itu disampaikan menyusul pernyataan resmi FIA yang membuka kemungkinan pembatasan aktivitas luar ruangan jika kabut asap memburuk. Firth menyebut pihaknya terus memantau kondisi cuaca jelang balapan.

SINGAPURA — Penyelenggara Grand Prix Singapura memastikan balapan di Marina Bay Street Circuit tidak mengalami perubahan jadwal. Kepastian itu ditegaskan langsung oleh Direktur Eksekutif Singapore GP Pte Ltd, Adam Firth, di tengah kekhawatiran soal kabut asap lintas negara yang berasal dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.

Firth membantah laporan media yang menyebut ada rencana mengubah rangkaian acara hiburan Formula 1. Menurutnya, seluruh agenda berjalan seperti semula.

"Bertentangan dengan laporan media baru-baru ini, saat ini tidak ada rencana mengubah aktivitas hiburan kami di ajang Formula 1 Grand Prix Singapore," kata Firth dalam keterangan tertulis pada Jumat.

FIA Buka Opsi Pembatasan Aktivitas Luar Ruangan

Sebelum pernyataan Firth, Badan Pengatur Olahraga Otomotif Dunia (FIA) mengeluarkan pernyataan resmi pada Kamis (8/10). Lembaga itu menyoroti potensi pembatasan aktivitas luar ruangan, termasuk hiburan, jika kondisi asap yang menyelimuti Singapura memburuk.

Pernyataan FIA itu menjadi pemicu spekulasi soal kelangsungan balapan. Sejumlah pihak menilai kualitas udara di Marina Bay bisa memengaruhi keselamatan pembalap maupun penonton.

Namun FIA tidak menyebut secara eksplisit bahwa GP Singapura akan dibatalkan. Opsi pembatasan yang dibahas lebih luas, mencakup aktivitas luar ruangan secara umum.

Penyelenggara Pantau Cuaca dari Hari ke Hari

Firth menegaskan penyelenggara terus memantau kondisi cuaca. Pemantauan dilakukan untuk memastikan setiap sesi balapan, mulai latihan bebas hingga balapan utama, bisa digelar dengan aman.

Marina Bay Street Circuit merupakan sirkuit jalan raya yang seluruh sesinya berlangsung di ruang terbuka. Kondisi udara menjadi faktor penting karena lintasan berada di kawasan padat gedung dan aktivitas kota.

Keputusan final soal jadwal akan bergantung pada perkembangan kualitas udara di Singapura dalam beberapa hari ke depan.

Kabut Asap Karhutla Jadi Perhatian Lintas Negara

Kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan di Indonesia kembali menjadi perhatian negara tetangga. Singapura termasuk wilayah yang terdampak ketika arah angin membawa asap dari titik-titik panas di Sumatera dan Kalimantan.

Dampak asap tidak hanya soal jarak pandang, tetapi juga kualitas udara yang bisa memengaruhi kesehatan warga. Aktivitas luar ruangan di Singapura disebut berpotensi dibatasi jika kondisi memburuk.

Formula 1 GP Singapura sendiri menjadi salah satu ajang balapan malam paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara. Balapan ini rutin menarik penonton dari berbagai negara, termasuk dari Indonesia dan Malaysia.

Penyelenggara belum memberi keterangan lebih lanjut soal skenario cadangan jika kabut asap menebal saat balapan berlangsung.

Reporter: Faisal Hasbi
Sumber: kepri.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top