Honda Rebadge Pikap Mitsubishi Triton, Dijual Paling Cepat 2028

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Minggu, 11 Oktober 2026 | 10:07:01 WIB
Honda dikabarkan akan menjual pikap Mitsubishi Triton dengan emblem sendiri di Asia Tenggara mulai paling cepat 2028.

KEPULAUAN RIAU — Honda dikabarkan bakal menjual pikap Mitsubishi Triton dengan emblem sendiri di Asia Tenggara, diproduksi di Thailand dan dipasarkan paling cepat 2028. Langkah ini disebut sebagai rebadge pertama Honda dalam sekitar tiga dekade, bagian dari kerja sama dengan Nissan dan Mitsubishi Motors yang menajam sejak Agustus 2024.

Rencana tersebut pertama kali dilaporkan Nikkei Asia dan belum mendapat konfirmasi resmi dari Honda maupun Mitsubishi Motors. Di luar model yang dikembangkan bersama General Motors, Honda terakhir mengambil kendaraan dari pabrikan lain pada 1990-an lewat SUV pasokan Isuzu.

Mengapa Honda Butuh Pikap Ladder Frame

Honda tidak memiliki kendaraan ladder frame di jajarannya. Pikap Ridgeline yang dijual di Amerika Utara memakai struktur unibody berbasis SUV Pilot, berbeda kelas dengan Triton yang kabinnya duduk di atas sasis ladder frame dan dikenal tangguh di medan off-road.

Triton sendiri terjual sekitar 130 ribu unit pada 2025. Produksi versi Honda akan dilakukan di Laem Chabang, Thailand, dan distribusinya lewat jaringan dealer Honda.

Tekanan Merek China Percepat Kerja Sama

Nikkei menyebut Honda mengubah sikap setelah puluhan tahun berjalan sendiri. Beban investasi teknologi terus membengkak, sementara pabrikan China makin agresif merebut konsumen di luar negeri.

Hingga beberapa tahun lalu, merek Jepang menguasai sekitar 90 persen pasar Thailand dan Indonesia. Porsi itu kini menyusut ke 70 sampai 80 persen seiring konsumen beralih ke mobil listrik merek China seperti BYD.

Penjualan gabungan Honda di Thailand, Malaysia, dan Indonesia pada Januari sampai Agustus 2026 turun 20 persen secara tahunan ke kisaran 110 ribu unit. Pikap relatif lebih lambat beralih ke elektrifikasi karena butuh daya angkut dan daya derek tinggi, sehingga persaingan dengan merek China di segmen ini lebih ringan.

Untung bagi Mitsubishi dan Rencana PHEV

Kerja sama ini membantu Mitsubishi Motors meningkatkan utilisasi pabriknya di Thailand. Fasilitas tersebut berkapasitas sekitar 386 ribu unit, tetapi hanya memproduksi sedikit di atas 170 ribu unit pada 2025.

Takaki Nakanishi dari Nakanishi Research Institute menilai Honda dan Mitsubishi Motors "bisa saling menutupi kelemahan masing-masing."

Mitsubishi Motors selama ini fokus mengembangkan kendaraan off-road dan PHEV. Honda, yang tidak memproduksi PHEV di Jepang, akan mempertimbangkan mengambil model jenis ini dari Mitsubishi.

Rebadge Bukan Hal Baru di Industri Jepang

Praktik rebadge lazim dipakai pabrikan untuk mengisi celah lini produk tanpa mengembangkan model dari nol. Nissan dan Mitsubishi Motors pernah saling memasok model, sementara Toyota menjual kendaraan Suzuki dan Daihatsu dengan mereknya sendiri.

Pembicaraan kemitraan ketiga pabrikan sempat mandek, tetapi kebangkitan merek China mendorong percepatan. Honda dan Nissan pada Agustus lalu sepakat bekerja sama di teknologi software-defined vehicle.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top