Festival Transmigrasi 2026 di Rempang Eco City, BP Batam Siap Tindak Lanjuti Rekomendasi Summer Course TUM

Penulis: Teuku Fahreza  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 05:01:01 WIB
Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara membuka Festival Transmigrasi 2026 di Rempang Eco City, Tanjung Banon, Sabtu (10/10/2026).

BATAM — Festival Transmigrasi 2026 yang digelar di kawasan Rempang Eco City, Tanjung Banon, menjadi ruang perkenalan potensi sekaligus masa depan kawasan transmigrasi kepada masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia itu dibuka langsung oleh Menteri Transmigrasi RI Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara, Sabtu (10/10/2026).

Rangkaian acara mencakup doa bersama, tausiyah, pertunjukan seni budaya, hingga pameran produk unggulan kawasan transmigrasi. Pelajar, akademisi, tokoh adat, dan warga setempat terlihat antusias mengikuti seluruh agenda.

Rekomendasi Summer Course TUM dan Undip Jadi Sorotan

Salah satu agenda yang paling diperhatikan dalam festival ini adalah pemaparan rekomendasi hasil Summer Course 2026, program penataan kawasan transmigrasi Rempang Eco City. Program tersebut melibatkan 20 mahasiswa dari Technical University of Munich (TUM) bersama Universitas Diponegoro, yang menjalani pembelajaran langsung sejak 1 hingga 10 Oktober 2026.

Adapun rekomendasi yang disampaikan meliputi pengembangan infrastruktur inovatif, pengembangan skill-hub, pengembangan agroforestri, serta ecotourism.

"Rekomendasi yang sudah diberikan akan segera kami implementasikan agar masyarakat transmigran dapat mandiri dalam pemanfaatan sumber daya alam dan manusianya," ujar Iftitah.

Penghijauan hingga Bantuan Bibit untuk Nelayan Sedang Berjalan

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa hasil kajian itu akan menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan lintas kementerian/lembaga. Menurutnya, rekomendasi tersebut menjadi bahan pertimbangan penting untuk mendukung penataan dan pengembangan kawasan Rempang Eco City.

"Dari rekomendasi yang disampaikan ada yang sedang berjalan, yakni proses penghijauan dengan pembangunan taman dan pemberdayaan ekonomi warga melalui bantuan bibit budidaya bahari untuk para nelayan setempat," jelas Amsakar.

Trans Batam hingga Kapal Sri Bulang Siap Layani Akses ke Rempang

Untuk meningkatkan konektivitas dan mempermudah akses menuju Rempang Eco City, pihaknya menyiapkan dukungan transportasi darat meliputi Trans Batam dan Bus DAMRI. Sementara akses laut akan didukung oleh Kapal Sri Bulang, Kapal Sri Galang, dan Kapal Sri Toda.

Penyediaan layanan tersebut diharapkan dapat mempersingkat waktu tempuh sekaligus menunjang mobilitas masyarakat menuju kawasan Tanjung Banon, Rempang Eco City.

"Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan semaksimal mungkin sarana dan prasarana yang telah diupayakan pemerintah, untuk kemajuan wilayah transmigrasi Rempang Eco City," tutup Amsakar.

Deretan Pejabat dan Akademisi yang Hadir

Festival ini turut dihadiri Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi, Sekretaris Jenderal Kementerian Transmigrasi Edy Gunawan, serta Anggota/Deputi Bidang Administrasi dan Keuangan BP Batam Alexander Zulkarnain. Hadir pula Wakil Rektor Riset Inovasi Kerja Sama dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro Wijayanto, Direktur Technical University of Munich (TUM) Prof. Walter Timo De Vries, dan jajaran Pimpinan Forkopimda Kota Batam.

Selepas pembukaan, acara dilanjutkan dengan tausiyah dari Ustaz Das'ad Latif dan penampilan seni budaya dari Lebah Begantong. Pengunjung juga menikmati pameran edukatif mengenai kawasan transmigrasi, produk unggulan daerah, serta stan UMKM yang menawarkan produk lokal, kerajinan, dan kuliner.

Reporter: Teuku Fahreza
Sumber: ariranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top