KEPULAUAN RIAU — PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) menegaskan tidak terlibat dalam negosiasi fasilitas kredit yang membuat tiga pemegang saham utamanya menggadaikan 5,29 miliar lembar saham ke Bank Mandiri. Seluruh proses transaksi dilakukan langsung oleh PT Jhonlin Baratama sebagai debitur, bukan oleh emiten berkode PGUN tersebut.
Direktur PGUN Tamlikho menyatakan perseroan hanya menerima informasi mengenai gadai saham yang dilakukan PT Araya Agro Lestari (AAL), PT Citra Agro Raya (CAR), dan PT Baramega Citra Mulia Persada (BCMP). Ketiga entitas itu menggadaikan 100% kepemilikan saham PGUN mereka pada 30 September lalu.
Tamlikho menegaskan PGUN tidak memberikan jaminan perusahaan, aset, atau dukungan lain atas fasilitas kredit yang diterima Jhonlin Baratama dari Bank Mandiri. Pihaknya juga menyebut tidak mengetahui rincian fasilitas kredit tersebut.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, total saham PGUN yang dijaminkan mencapai 5,29 miliar lembar. Rinciannya:
Manajemen PGUN menyebut tujuan transaksi adalah sebagai jaminan atas fasilitas kredit yang diperoleh afiliasi perseroan. Gadai saham ini terungkap melalui keterbukaan informasi BEI pada Rabu (7/10).
CAR dan AAL memiliki hubungan afiliasi dengan Jhonlin Baratama melalui Jhony Saputra, anak Haji Isam. Jhony tercatat sebagai pemegang saham CAR dan AAL sekaligus menjabat Komisaris di PT Jhonlin Baratama.
"Afiliasi Perseroan tersebut adalah PT Jhonlin Baratama, di mana terdapat hubungan afiliasi antara pemegang saham CAR dan AAL yaitu Jhony Saputra yang juga menjabat sebagai Komisaris di PT Jhonlin Baratama," ujar Tamlikho dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (9/10).
Tamlikho memastikan tidak ada dana dari fasilitas kredit tersebut yang mengalir ke PGUN, baik dalam bentuk pinjaman pemegang saham, penyetoran modal, maupun pembiayaan rencana usaha atau aksi korporasi perseroan.
Aksi gadai saham ini dilakukan sebelum Haji Isam membeli saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) melalui Jhonlin Baratama. Transaksi pembelian BYAN tersebut selesai pada 7 Oktober lalu.
Dua emiten milik Haji Isam menggadaikan saham ke Bank Mandiri pada 30 September, beberapa hari sebelum transaksi BYAN rampung. PGUN merupakan salah satu emiten yang mengungkapkan transaksi gadai saham oleh pemegang saham pengendalinya tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Bank Mandiri maupun Jhonlin Baratama mengenai nilai fasilitas kredit yang dijamin dengan saham PGUN tersebut.