Wagub Kepri Nyanyang Temui Dubes UEA di Jakarta, Bahas Peluang Investasi Batam dan Perluasan IFFCO Group

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 12:32:02 WIB
Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura bertemu Dubes UEA Abdulla Salem AlDhaheri di Jakarta Selatan.

JAKARTA — Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menemui Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia Abdulla Salem AlDhaheri di Jakarta Selatan. Agenda pertemuan mencakup hubungan bilateral Indonesia–UEA dan peluang investasi UEA di Kepri, dengan Batam sebagai fokus utama.

Pembahasan juga menyentuh perkembangan IFFCO Group, perusahaan pangan asal UEA yang menjalankan kegiatan usaha di Batam. Turut hadir Duta Besar UEA untuk ASEAN Mohammed Ahmed Mohamed Bandouq AlQamzi dan Direktur Grup Global IFFCO Abdelghani Abdullah.

Dari sisi Kedutaan Besar UEA di Jakarta, Kepala Urusan Ekonomi Meera AlAzeezi mengikuti pembahasan investasi tersebut. Wagub Nyanyang hadir bersama Kepala DPMPTSP Provinsi Kepri Hasfarizal Handra dan Kepala Bagian Administrasi Keuangan dan Aset Suharyanto.

IFFCO Group dan Posisi Batam dalam Investasi UEA

IFFCO Group menjadi salah satu entitas UEA yang sudah beroperasi di Batam. Perusahaan bergerak di sektor pangan dan menjadi bagian dari rantai pasok kebutuhan pokok di kawasan tersebut.

Pertemuan di Jakarta Selatan itu juga membahas peluang perluasan investasi UEA pada berbagai sektor potensial di Kepri. Belum ada rincian sektor mana saja yang dibidik maupun nilai investasi yang dibicarakan.

Jaminan Kemudahan Pelayanan bagi Investor UEA

Nyanyang menegaskan Pemprov Kepri berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi investor asing. Menurutnya, hubungan dengan mitra internasional terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Kami terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif," ujar Nyanyang.

Ia menambahkan bahwa pemerintah provinsi memberikan kemudahan pelayanan kepada investor, termasuk dari Uni Emirat Arab.

"Kami memberikan kemudahan pelayanan kepada investor, termasuk dari Uni Emirat Arab," katanya.

Mengapa Batam Jadi Pintu Masuk Investasi UEA

Batam memiliki posisi strategis sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia. Kawasan ini telah lama menjadi tujuan investasi mancanegara di sektor industri, logistik, dan pengolahan.

Bagi Kepri, masuknya investor UEA berpotensi memperkuat basis industri pengolahan pangan dan menambah lapangan kerja lokal. Namun Pemprov belum mengungkap target waktu maupun bentuk kerja sama lanjutan dari pertemuan tersebut.

Pertemuan Wagub Nyanyang dengan Dubes AlDhaheri menjadi langkah diplomasi ekonomi terbaru Pemprov Kepri. Perkembangan berikutnya bergantung pada tindak lanjut antara DPMPTSP Kepri dan Kedutaan Besar UEA di Jakarta.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: hariankepri.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top