Kepala Dispar Kepri Minta Pelaku Wisata Batam-Bintan Jaga Layanan, Wisatawan Diimbau Pakai Masker Saat Jerebu

Penulis: Irwansyah Hakim  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 05:01:01 WIB
Kepala Dispar Kepri meminta pelaku wisata Batam-Bintan menjaga standar layanan kepada wisatawan.

BATAM — Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau menekankan keramahan, keamanan, dan kenyamanan sebagai prioritas pelayanan di destinasi wisata. Hasan menyebut posisi strategis Kepri sebagai pintu masuk wisatawan Asia Tenggara, terutama dari Singapura dan Malaysia, harus dijaga dengan standar layanan yang konsisten.

Pasar wisatawan mancanegara Kepri juga mencakup India, Tiongkok, Korea Selatan, dan Jepang. Kedekatan geografis, konektivitas yang relatif terjangkau, serta pilihan destinasi, akomodasi, dan kuliner menjadi keunggulan yang perlu terus diperkuat.

Gangguan Listrik dan Jerebu Jadi Perhatian

Hasan menyatakan gangguan kelistrikan akibat kondisi tidak terduga yang terjadi sebelumnya telah kembali normal. Pemprov Kepri mengapresiasi langkah cepat PLN Batam, pemerintah daerah, dan aparat keamanan yang berkoordinasi memulihkan kondisi tersebut.

Soal jerebu atau asap di sejumlah wilayah Kepri, Hasan menjelaskan bahwa asap tersebut merupakan kiriman dari luar Kepulauan Riau. Berbagai pemangku kepentingan terus berupaya menangani kondisi itu, sementara hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah diharapkan membantu mengurangi jerebu.

“Kami mengajak seluruh pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Keramahan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar Kepri tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan mancanegara maupun nusantara,” ujar Hasan.

Wisatawan Diimbau Perhatikan Informasi Terkini

Pelaku industri pariwisata dan wisatawan diminta memperhatikan kondisi lingkungan serta menjaga kesehatan. Informasi mengenai situasi terkini harus disampaikan secara proporsional agar wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan baik dan mengambil langkah pencegahan yang diperlukan.

Wisatawan juga diimbau menggunakan masker apabila diperlukan, khususnya ketika kualitas udara belum sepenuhnya membaik. Pilihan wisata dalam ruangan seperti MICE, wellness tourism, pusat perbelanjaan, dan wisata kuliner tersedia sebagai alternatif aktivitas.

“Kami berharap wisatawan tetap dapat menikmati beragam pilihan wisata di Kepulauan Riau. Selain wisata alam dan bahari, tersedia pula pilihan wisata dalam ruangan seperti MICE, wellness, pusat perbelanjaan, dan kuliner. Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan informasi kondisi terkini dan menjaga kesehatan selama beraktivitas,” jelasnya.

Koordinasi Lintas Instansi di Pintu Masuk

Hasan menegaskan tanggung jawab menjaga kenyamanan wisatawan tidak hanya berada di tangan pemerintah, tetapi juga seluruh pelaku usaha dan pemangku kepentingan pariwisata. Pelayanan yang ramah, informasi yang jelas, transportasi yang aman, serta kesiapan petugas di pintu-pintu masuk menjadi bagian penting dalam membangun pengalaman berwisata yang positif.

Apresiasi disampaikan kepada unsur Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority (CIQP), serta asosiasi dan pelaku industri pariwisata, termasuk ASITA, PHRI, HPI, pramuwisata, dan penyedia jasa transportasi pariwisata yang terus mendukung pelayanan kepada pengunjung.

“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kami mengapresiasi dukungan CIQP, ASITA, PHRI, HPI, pramuwisata, serta penyedia jasa transportasi pariwisata. Kami berharap koordinasi dan kualitas pelayanan terus diperkuat agar setiap wisatawan yang datang ke Kepri merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman berwisata yang baik,” tegas Hasan.

Pelaku usaha diharapkan responsif terhadap kebutuhan wisatawan, menyampaikan informasi secara akurat, serta mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan dalam setiap layanan. Wisatawan dipersilakan merencanakan liburan ke Kepulauan Riau dengan tetap mengikuti informasi terkini.

Reporter: Irwansyah Hakim
Sumber: ariranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top