BINTAN — Lapangan Sepak Bola Bekapur di Desa Bintan Buyu dipadati sekitar 650 pengunjung dalam gelaran Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026. Pengunjung datang tidak hanya dari sekitar Kepri, tapi juga Pulau Jawa, Makassar, hingga wisatawan asing asal Malaysia dan Belanda.
Trekking dan Santap Durian Bersama
Rangkaian acara meliputi trekking Gunung Bintan serta tradisi santap durian bersama secara lesehan, mengikuti gaya hajatan khas Melayu. Bupati Bintan Roby Kurniawan yang membuka acara secara resmi menyebut tingginya antusiasme peserta jadi bukti Bintan semakin dikenal sebagai destinasi wisata minat khusus.
Durian Daun, Varietas Lokal yang Diangkat Jadi Ikon
Dalam sambutannya, Roby menekankan Durian Daun sebagai produk unggulan lokal dengan cita rasa khas yang dinilai bisa jadi penggerak ekonomi lewat promosi, festival, serta penguatan sektor pertanian dan UMKM.
"Jadikan Durian Daun sebagai ikon kuliner khas Bintan yang semakin dikenal hingga ke tingkat internasional," ujar Roby di hadapan peserta festival.
Simbol Rasa Syukur dan Silaturahmi
Roby menjelaskan kenduri ini bukan sekadar tradisi makan bersama, melainkan simbol rasa syukur masyarakat Melayu atas limpahan rezeki sekaligus sarana mempererat silaturahmi dan menjaga warisan budaya.
Dengan suksesnya festival tahun ini, Pemkab Bintan optimistis potensi wisata dan kuliner khas daerah bisa terus berkembang dan menarik lebih banyak kunjungan nasional maupun internasional ke depannya.