KEPULAUAN RIAU — Produsen pelindung ponsel RhinoShield tidak main-main dalam membuktikan ketangguhan produknya. Mereka bekerja sama dengan perusahaan kedirgantaraan asal Inggris, Sent Into Space, untuk mengirim iPhone 17 Pro yang dibalut case AirX ke lapisan stratosfer menggunakan balon udara. Upaya ini berhasil mencatatkan nama mereka di Guinness World Records untuk kategori jatuhan ponsel dengan casing dari titik tertinggi ke permukaan alami.
Apa yang Membuat Case AirX Istimewa?
Case AirX merupakan lini produk terbaru RhinoShield yang mengusung filosofi desain terinspirasi dari airbag mobil dan sistem bantalan udara pada sepatu. Struktur gabungan ini dirancang khusus untuk menyerap energi benturan secara maksimal saat terjadi impak.
Produk ini juga mengedepankan aspek keberlanjutan dengan memadukan ketangguhan material dan kemudahan daur ulang. Ini menjadi nilai jual utama RhinoShield di tengah meningkatnya kesadaran konsumen akan limbah elektronik dan aksesori.
Uji Coba di Titik Terluar Atmosfer
Proses penerbangan balon udara membawa iPhone 17 Pro ke ketinggian yang tiga kali lebih tinggi dari jalur jelajah pesawat komersial. Setelah mencapai puncak ketinggian, ponsel dilepaskan dan dibiarkan jatuh bebas tanpa bantuan parasut sama sekali.
Kondisi di stratosfer menjadi tantangan tersendiri. Suhu dan tekanan atmosfer di ketinggian puluhan kilometer sangat berbeda dengan di permukaan Bumi. Tim RhinoShield mengaku telah melakukan serangkaian pengujian suhu dan tekanan di bawah nol derajat untuk memastikan casing dan perangkat tetap berfungsi sebelum upaya pemecahan rekor dilakukan.
Syarat Ketat Guinness World Records
Pencapaian ini tidak didapat dengan mudah. Guinness World Records memberlakukan aturan ketat: ponsel harus jatuh tanpa parasut dan casing wajib menyentuh tanah secara langsung lebih dulu. Proses pendaratan pun menjadi momen paling menegangkan bagi tim.
iPhone 17 Pro tersebut mendarat di dekat Pusat Antariksa Esrange, sebuah area terlarang di utara Swedia yang biasanya digunakan untuk operasi kedirgantaraan. Lokasi yang tidak berpenghuni ini dipilih untuk meminimalkan risiko bagi warga di darat.
Pencarian Lima Jam di Hutan Belantara
Setelah berhasil mendarat, tantangan berikutnya justru muncul: menemukan ponsel tersebut. Area pendaratan yang luas memaksa tim RhinoShield dan Sent Into Space mempersempit radius pencarian hingga dua kilometer. Namun, proses pencarian di hutan belantara Swedia tetap memakan waktu lebih dari lima jam.
Ketika akhirnya ditemukan, kondisi iPhone 17 Pro masih utuh dan berfungsi normal. Guinness World Records mengonfirmasi bahwa ponsel tersebut selamat dari jatuh ekstrem tanpa kerusakan berarti.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa teknologi pelindung perangkat mobile telah berevolusi melampaui standar drop test konvensional. Bagi pengguna smartphone di Indonesia yang kerap mengandalkan casing untuk melindungi perangkat dari benturan sehari-hari, pencapaian RhinoShield ini menjadi tolok ukur baru dalam industri aksesori pelindung.