Pencarian

Dokumenter Black Sunflowers Tayang Perdana di TIFF, Sean Penn Produser Eksekutif

Kamis, 10 September 2026 • 20:04:31 WIB
Dokumenter Black Sunflowers Tayang Perdana di TIFF, Sean Penn Produser Eksekutif
Dokumenter Black Sunflowers tayang perdana di TIFF Docs dengan Sean Penn sebagai produser eksekutif.

KEPULAUAN RIAU — Dokumenter ini memotret kehidupan tentara dan warga sipil muda Ukraina yang masa mudanya dibentuk oleh darurat militer dan tugas di garis depan. Haney menangkap momen-momen biasa di tengah konflik, berpindah dari mobil cepat, klub bawah tanah, hingga percakapan tentang masa depan.

Sinopsis dan Pendekatan Visual

Berbeda dari liputan media Barat yang umumnya menampilkan desa hancur dan tentara terluka, Haney memilih fokus pada kehidupan sehari-hari yang tetap berjalan. Ia bekerja sama erat dengan tim produksi Ukraina yang dipimpin Volodymyr Yatsenko dari Limelite, bersama kru lokal.

Film ini diproduseri Pedram Rezaee dan Vlad Bolyelov, dengan co-producer Yevhenii Zdorovylo, Samy Mosher, Eric Maldin, Volodymyr Yatsenko, dan Anna Yatsenko. Mikayla Jean Miller bertindak sebagai creative producer.

Sean Penn hingga Dianna Agron di Kursi Produser Eksekutif

Sean Penn bergabung sebagai produser eksekutif bersama Jay dan Cameron Bush, Adam Tudhope, Anna October, serta Dianna Agron. Charades menangani penjualan internasional dan bersama CAA Media Finance mengurus hak wilayah Amerika Utara serta hak global.

Soundtrack Melibatkan Fred again.. dan Brian Eno

Film ini membawa soundtrack kuat dengan musik dari proyek Secret Life milik produser Inggris Fred again.. dan Brian Eno. Skor orisinal dikerjakan Brad Oberhofer dan komposer elektronik Ukraina Koloah.

Sejumlah nama lain turut mengisi soundtrack, termasuk Aphex Twin, Four Tet, Idles, Sega Bodega, Nastya Vogan, ??? ??? ???'???, Ann Annie, dan Morwan. Film ditutup dengan versi lagu "Do Not Go Quietly Unto Your Grave" dari Morphine yang dinyanyikan paduan suara tradisional berbasis di Kyiv.

Alasan Haney Mengangkat Sisi Lain Perang Ukraina

Haney mengaku terkejut melihat betapa kehidupan normal tetap berjalan di Ukraina meski perang berkecamuk. Ia menilai media arus utama Barat kehilangan separuh cerita dengan hanya menampilkan kehancuran dan korban.

"Upon arriving to Ukraine, I was surprised to see how much normal life carried on, despite the war," kata Haney. "While the scenes we see in Western media (bombed out villages, injured soldiers, etc) are true and must be seen by the world, I couldn't help but think that mainstream media is missing half of the story."

Ia menekankan pengalaman generasi muda Ukraina yang baru melewati pandemi kini harus terjun ke garis depan. Haney bertemu seorang DJ elektronik yang mendaftar tentara namun tetap tampil saat cuti, fotografer alam yang beralih jadi jurnalis perang, hingga remaja dengan pengalaman tempur 2,5 tahun.

"I've met an electronic DJ who enlisted in the army and still performs back home when he is on leave. A nature photographer turned war journalist. Teenagers who now already have 2.5 years of combat experience at the zero line. Lovers pulled apart to different battlegrounds," ujarnya.

Respons Charades dan Posisi di Sirkuit Festival

Pendiri Charades Carole Baraton dan Pierre Mazars menyebut film ini menampilkan realitas yang sering dilupakan orang Eropa. Mereka menyoroti potret generasi muda yang hidupnya dibentuk dan dikorbankan oleh perang Ukraina.

"We are proud to support the film and to see the resonance it is already generating across the international art scene," kata keduanya.

Haney dikenal lewat dokumenter "No Cameras Allowed" (2014) yang lahir dari pengalamannya menyusup ke festival musik besar seperti Coachella. Ia juga menyutradarai dokumenter tur musik "Austin to Boston".

Premiere "Black Sunflowers" di TIFF Docs menempatkannya dalam jajaran dokumenter yang kerap menjadi incaran distributor menjelang musim penghargaan akhir tahun.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: variety.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks