Pencarian

Tren Running Tourism Meluas, Marathon Dunia Kini Incaran Traveler Indonesia

Senin, 14 September 2026 • 17:34:31 WIB
Tren Running Tourism Meluas, Marathon Dunia Kini Incaran Traveler Indonesia
World Marathon Majors kini menjadi target traveler Indonesia.

KEPULAUAN RIAU — World Marathon Majors (WMM) yang dulu terasa jauh dan sulit dijangkau kini masuk daftar target banyak traveler Indonesia. Rangkaian ini terdiri dari tujuh ajang bergengsi: Tokyo Marathon, Boston Marathon, London Marathon, Berlin Marathon, Chicago Marathon, New York City Marathon, dan Sydney Marathon yang resmi bergabung pada 2025. Cape Town menyusul menjadi kota kedelapan.

Fenomena itu bagian dari tren running tourism atau runcation, ketika lomba lari jadi alasan utama seseorang bepergian ke kota atau negara lain. Bukan lagi sekadar berburu kuliner atau mengunjungi landmark ikonik, banyak traveler menyusun rencana perjalanan berdasarkan kalender race.

Akses ke WMM Kini Lebih Terbuka

Founder Cerita Lari, Faizin Kadni atau yang akrab disapa Bang Icin, melihat perubahan itu terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Menurut dia, WMM yang dulu terasa eksklusif kini semakin terbuka bagi lebih banyak orang.

"Dulu menuju WMM susah. Kayaknya cuma buat yang berduit atau keuangannya sudah mapan. Sekarang bisa dapat kesempatan untuk lari di WMM lewat sponsor, kompetisi konten, dan berbagai program lainnya," kata Icin kepada detikTravel, Sabtu (12/11/2026).

Jalur sponsor, kompetisi konten, dan berbagai program komunitas membuka pintu bagi pelari rekreasional. Banyak yang rela menabung dan berlatih berbulan-bulan demi berdiri di garis start marathon impian mereka.

Lonjakan Peserta Trip ke Ajang Maraton

Icin memberi gambaran pertumbuhan peminat WMM dari sisi peserta trip yang ia kelola. Pada 2017, jumlahnya sekitar belasan hingga puluhan orang per ajang. Tahun ini, angkanya mencapai 100-150 orang.

"Rangkaian WMM ini memang seperti candu. Biasanya mulai dari satu kota, lalu lanjut ke kota lain. Sekarang tambah Sydney juga, jadi makin banyak pilihan," ujar Icin.

Perubahan motivasi traveler terlihat jelas. Jika dulu orang ke luar negeri untuk melihat tempat terkenal, kini sebagian pelari punya alasan tambahan mendatangi sebuah kota.

"Dulu orang ke luar negeri pengen lihat ini, lihat itu, foto di landmark ikonik. Sekarang mereka juga ingin pulang dengan medali," kata Icin.

Setelah Race, Wisata Tetap Lanjut

Setelah garis finis dilewati, perjalanan biasanya berlanjut menjelajahi destinasi wisata, mencoba kuliner lokal, hingga mengunjungi tempat yang selama ini hanya dilihat di media sosial. Icin menyebut traveler tidak lagi mengenang sebuah kota hanya karena bangunan bersejarah atau pusat belanjanya, tetapi juga karena lintasan yang berhasil ditaklukkan dan medali yang dibawa pulang.

Hyrox, Alternatif Ramah Pemula

Selain WMM, berwisata sambil menandai kota lewat medali juga terjadi di Hyrox. Peserta yang menyelesaikan ajang ini diganjar patch lengkap dengan nama kota penyelenggara. Iming-iming patch dari berbagai negara ditambah seri puncak World Championship menjadi pemikat tersendiri.

Format Hyrox dinilai lebih mudah diakses masyarakat umum dibanding ajang olahraga yang identik dengan atlet berpengalaman. Pesertanya bisa datang dari pehobi gym hingga orang yang baru pertama kali ikut kompetisi kebugaran.

Pendiri DOP Training Club Hong Kong, Dan Yeung, melihat langsung bagaimana kemudahan itu mendorong orang bepergian untuk mengikuti race. Dia dan komunitasnya rutin mengorganisasi perjalanan bersama ke berbagai seri Hyrox di Asia.

Dalam salah satu perjalanan ke Taipei, puluhan anggota komunitas berangkat bersama, menginap di hotel yang sama, mengikuti race, lalu melanjutkan agenda wisata dan perayaan setelah lomba selesai.

"Hyrox berhasil menjangkau masyarakat yang lebih luas. Karena itu, semakin banyak kelompok dan komunitas yang bisa bepergian bersama untuk mengikuti race," kata Yeung kepada Channel News Asia.

Menurut Yeung, daya tarik Hyrox terletak pada formatnya yang ramah bagi pasar umum sehingga membuka peluang lebih banyak orang menggabungkan olahraga, perjalanan, dan kebersamaan dalam satu pengalaman.

Prospek Tren ke Depan

Icin meyakini tren ini masih akan berkembang. Minat masyarakat terhadap olahraga lari cenderung stabil bahkan meningkat, berbeda dengan tren olahraga lain yang naik turun mengikuti musim.

"Sekarang orang dari luar Jakarta juga banyak banget yang ikut. Fenomenanya tidak turun, malah stabil dan cenderung naik," ujar dia.

Bagi traveler yang ingin mencoba, slot WMM umumnya diperebutkan lewat jalur lotere, kualifikasi waktu, atau program sponsor dan komunitas. Informasi jadwal race, syarat kualifikasi, dan biaya pendaftaran tiap ajang sebaiknya dicek langsung di situs resmi masing-masing penyelenggara sebelum menyusun rencana perjalanan.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: travel.detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks