Pencarian

CKG di Kepulauan Anambas Jangkau 15.575 Warga, Capaian 31,32 Persen

Jumat, 18 September 2026 • 09:24:31 WIB
CKG di Kepulauan Anambas Jangkau 15.575 Warga, Capaian 31,32 Persen

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, telah menjangkau 15.575 jiwa atau 31,32 persen dari target sasaran. Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Anambas Feri Oktavia menyatakan capaian itu berdasarkan pelaporan hingga 15 September 2026, dengan layanan disalurkan melalui seluruh puskesmas setempat. Pemkab Kepulauan Anambas kini mendorong percepatan di puskesmas yang capaiannya masih di bawah 20 persen.

ANAMBAS — Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Anambas mencatat layanan Cek Kesehatan Gratis sudah dinikmati 15.575 jiwa. Angka itu setara 31,32 persen dari total sasaran program yang digulirkan pemerintah pusat untuk mendeteksi penyakit dan faktor risikonya sedini mungkin.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Anambas Feri Oktavia mengatakan capaian tersebut dihimpun dari pelaporan hingga 15 September 2026. Layanan CKG dapat diakses warga melalui Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di kabupaten kepulauan itu.

"Data tersebut berdasarkan hasil pelaporan hingga 15 September 2026," ucap Feri saat dikonfirmasi dari Batam, Kamis.

Puskesmas Bercapaian di Bawah 20 Persen Jadi Prioritas

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas menyoroti sejumlah puskesmas yang partisipasi pesertanya belum menembus 20 persen. Percepatan pelaksanaan CKG di titik-titik itu menjadi fokus utama Dinkes dalam periode berikutnya.

Untuk menopang percepatan, Dinkes berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan ketersediaan bahan medis habis pakai (BMHP). Dinkes juga meminta seluruh hasil pemeriksaan CKG dicatat dalam platform Sehat Indonesiaku (Asik).

Feri menyebut data capaian di masing-masing puskesmas masih perlu dimutakhirkan. Pemutakhiran itu diperlukan untuk memperoleh gambaran partisipasi masyarakat secara lebih akurat sekaligus mengidentifikasi kendala akses layanan.

Kondisi Geografis Kepulauan Jadi Tantangan Utama

Letak Kepulauan Anambas yang berpulau-pulau menyulitkan pelaksanaan CKG. Akses transportasi antarpulau dan penyampaian informasi ke masyarakat menjadi dua kendala yang paling terasa di lapangan.

Selain faktor geografis, kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem pencatatan, serta tindak lanjut hasil pemeriksaan juga perlu terus diperkuat. Menurut Feri, semua aspek itu menentukan apakah CKG bisa menjangkau seluruh sasaran.

"Masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas telah menunjukkan partisipasi dalam pemanfaatan layanan CKG," katanya.

Layanan Jemput Bola Lewat MEB Day dan Kerja Sama TNI-Polri

Dinkes tidak hanya mengandalkan puskesmas untuk memperluas cakupan layanan. CKG juga dilaksanakan pada momen tertentu di luar puskesmas dengan menggandeng TNI, Polri, dan pihak lain.

Salah satu kegiatan yang dimanfaatkan adalah Minggu Energi Baru (MEB Day). Selain itu, Dinkes menjalin kerja sama dengan TNI AL dan Polri pada momentum tertentu untuk menjangkau warga yang sulit mengakses puskesmas.

"Selain melalui layanan di puskesmas, pelaksanaan CKG juga dilakukan pada kegiatan tertentu, seperti Minggu Energi Baru (MEB Day), serta melalui kerja sama dengan TNI AL dan Polri pada momentum tertentu," ucap Feri.

Dinkes menargetkan pemutakhiran data capaian per puskesmas rampung dalam waktu dekat. Hasilnya akan dipakai untuk mengevaluasi kendala akses dan menentukan langkah percepatan berikutnya di kabupaten kepulauan itu.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks