Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, mengampanyekan pentingnya menjaga kesehatan ibu dan anak sejak masa kehamilan melalui Gerakan Ibu Hamil Sehat yang telah digelar di empat lokasi posyandu. Kegiatan terbaru berlangsung di Desa Sepempang, Kamis (17/9), dengan menyasar langsung ibu hamil melalui edukasi, dialog, dan deklarasi minum tablet tambah darah. Program ini bertujuan mencegah stunting serta menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah kepulauan tersebut.
NATUNA — Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna Hikmat Aliansyah menyatakan Gerakan Ibu Hamil Sehat dirancang menyatu dengan jadwal posyandu agar pesan kesehatan menjangkau lebih banyak warga. Kegiatan tidak digelar di aula atau kantor dinas, melainkan langsung di posyandu yang menjadi ruang pertemuan rutin ibu hamil dan kader.
“Kami membawa Gerakan Ibu Hamil Sehat langsung ke posyandu dan masyarakat. Kegiatan ini diselaraskan dengan jadwal posyandu agar pesan kesehatan dapat diterima lebih luas,” ucap Hikmat saat dikonfirmasi dari Batam.
Deklarasi Minum Tablet Tambah Darah Serentak
Ibu hamil yang hadir bersama masyarakat menerima pemahaman tentang cara menjaga kesehatan selama kehamilan dan kesehatan anak dalam kandungan. Acara juga diisi Deklarasi ibu hamil dan minum tablet tambah darah (TTD) secara serentak sebagai bagian kampanye pencegahan anemia.
Hikmat menempatkan masa kehamilan sebagai bagian penting dari 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) yang menjadi fondasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Karena itu, intervensi gizi dan kesehatan dinilai paling efektif dimulai sejak janin masih dalam kandungan.
Enam Pesan Kunci yang Disampaikan ke Warga
Dinkes Natuna menyampaikan sejumlah pesan kunci kepada masyarakat luas tentang kesehatan ibu selama masa kehamilan:
- Pemeriksaan kehamilan dilakukan sedikitnya enam kali, dengan dua di antaranya melalui pemeriksaan USG.
- Ibu hamil patuh mengonsumsi TTD minimal 180 tablet selama kehamilan.
- Penerapan pola makan bergizi seimbang melalui konsep “Isi Piringku” dengan memperbanyak protein hewani, buah, dan sayuran.
- Mengikuti kelas ibu hamil.
- Melahirkan di fasilitas kesehatan.
- Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan.
Kombinasi enam pesan itu diarahkan untuk memutus rantai anemia pada ibu hamil, yang menjadi salah satu pemicu berat badan lahir rendah dan stunting pada anak.
Peran Kader hingga Pemerintah Desa Jadi Kunci Pendampingan
Hikmat menekankan pentingnya peran kader, keluarga, tokoh masyarakat, pemerintah desa, dan tenaga kesehatan dalam mendampingi ibu hamil. Pendampingan berlapis dinilai menentukan apakah pesan kesehatan benar-benar dijalankan hingga persalinan.
“Kami ingin masyarakat semakin peduli terhadap ibu hamil dan lingkungan sekitarnya. Posyandu bukan hanya tempat pelayanan, tetapi juga sarana edukasi dan membangun kepedulian bersama,” ujar dia.
Gerakan Ibu Hamil Sehat telah dilaksanakan di empat lokasi posyandu di Kabupaten Natuna. Dinkes menyelaraskan jadwal kegiatan dengan posyandu rutin agar ibu hamil tidak perlu datang ke lokasi terpisah.