Pembinaan Teritorial Terintegrasi wilayah kerja Kodaeral IV digelar di Pelataran Gedung Dekranasda Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang, Sabtu (19/9). Kegiatan yang dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Dr Muhammad Ali itu menyatukan kekuatan pertahanan, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir. Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni menyebut posisi kepulauan membuat aspek pertahanan dan pembangunan masyarakat pesisir harus berjalan beriringan.
TANJUNGPINANG — Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni mewakili Gubernur Ansar Ahmad membuka penyelenggaraan kegiatan tersebut dengan menyampaikan apresiasi kepada KASAL, Pusteral, Koarmada I, dan Kodaeral IV. Menurut Misni, kehadiran KASAL menandakan perhatian terhadap penguatan stabilitas keamanan dan tata kelola wilayah perbatasan.
"Atas nama Pemerintah Provinsi Kepri, kami menyampaikan ucapan selamat datang kepada Bapak KASAL di Negeri Segantang Lada. Kami juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan Pembinaan Teritorial Terintegrasi di wilayah Kepri," kata Misni.
Mengapa Pembinaan Teritorial di Kepri Disebut Punya Makna Strategis
Sebagai provinsi kepulauan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga, Kepri menghadapi tantangan sekaligus potensi besar dalam penguatan pertahanan, pembangunan maritim, dan peningkatan kesejahteraan warga. Kondisi geografis itu menjadi konteks utama pelaksanaan pembinaan teritorial di wilayah kerja Kodaeral IV.
"Bagi Kepri, kegiatan ini memiliki makna yang sangat strategis. Posisi Kepri sebagai wilayah kepulauan menjadikan aspek pertahanan dan pembangunan masyarakat pesisir perlu berjalan secara beriringan," ujar Misni.
Ia menegaskan laut bukan pemisah antarpulau, melainkan ruang kehidupan, ruang ekonomi, ruang budaya, sekaligus bagian penting dari pertahanan dan kedaulatan negara.
Pembinaan Teritorial Diminta Tak Berhenti di Aspek Pertahanan
Misni menilai pembinaan teritorial perlu melibatkan berbagai unsur agar tidak hanya berfokus pada pertahanan, tetapi juga mendukung pemberdayaan potensi wilayah. Keterhubungan antara kekuatan pertahanan, pemerintah daerah, dan masyarakat pesisir disebut menjadi kunci.
"Pembinaan teritorial yang dilaksanakan secara terintegrasi menjadi penting untuk membangun keterhubungan antara kekuatan pertahanan, pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya masyarakat pesisir," jelasnya.
Potensi kemaritiman dinilai dapat dikembangkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Kami melihat bahwa pembinaan teritorial hari ini tidak hanya berbicara mengenai aspek pertahanan, tetapi juga bagaimana potensi wilayah dapat diberdayakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ungkap Misni.
Kaitan dengan Festival Bahari Kepri 2026
Misni mengaitkan semangat pembinaan teritorial dengan pelaksanaan Festival Bahari Kepri 2026 yang mencakup kemaritiman, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, kebudayaan, dan kegiatan sosial masyarakat.
"Semangat kegiatan ini sejalan dengan Festival Bahari Kepri 2026 yang mempertemukan berbagai potensi kemaritiman, pariwisata, ekonomi kreatif, UMKM, kebudayaan, serta kegiatan sosial masyarakat," imbuhnya.
Ia berharap sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat terus diperkuat. "Kekuatan maritim akan semakin kokoh apabila dibangun bersama oleh TNI, pemerintah, dunia usaha, komunitas dan masyarakat," tutup Misni.