Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura membuka Kepri International Business Forum 2026 di Kota Batam, Rabu, dengan melibatkan delegasi dan pelaku usaha dari sepuluh negara. Forum ini dirancang mempertemukan UMKM lokal dengan pemangku kepentingan luar negeri agar produk daerah masuk rantai pasok regional dan global. Pertumbuhan ekonomi Kepri 6,99 persen secara year-on-year per triwulan II 2026 menjadi modal utama yang dipaparkan dalam forum tersebut.
BATAM — Kepri International Business Forum tahun 2026 resmi dibuka di Batam dengan agenda utama memperluas akses pelaku UMKM daerah ke pasar internasional. Delegasi dan pelaku usaha dari sepuluh negara hadir, meliputi Korea Selatan, Turki, Singapura, Malaysia, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Thailand, dan Indonesia sebagai tuan rumah.
Wagub Nyanyang menyebut forum ini sebagai ruang pertemuan langsung antara pelaku UMKM dan berbagai pemangku kepentingan, baik dari dalam maupun luar negeri. Pemerintah daerah ingin forum tidak berhenti pada pertukaran gagasan.
Posisi Kepri di Jalur Perdagangan Internasional
Nyanyang memaparkan bahwa wilayah Kepri berada di salah satu jalur perdagangan internasional paling strategis dan berhadapan langsung dengan Singapura serta Malaysia. Posisi geografis itu dinilai memberi keunggulan alami bagi produk lokal untuk menjangkau pasar lintas negara.
Data BPS per triwulan II 2026 mencatat ekonomi Kepri tumbuh 6,99 persen secara year-on-year. Angka itu tertinggi di Pulau Sumatera dan ketiga secara nasional.
"Capaian ini tentu memberikan optimisme bahwa Kepri mempunyai fondasi yang kuat untuk mengambil peran yang lebih besar dalam perdagangan dan investasi internasional," ujar Nyanyang.
Target Kepri Jadi Hub UMKM Indonesia Bagian Barat
Pemerintah daerah menetapkan salah satu agenda besar: menjadikan Kepri sebagai hub UMKM Indonesia bagian Barat. Posisi itu diharapkan menghubungkan produk unggulan Indonesia dengan pasar Asean, Timur Tengah, dan Eropa.
Menurut Wagub, pertumbuhan ekonomi saja tidak cukup. Yang lebih penting adalah seberapa besar ruang yang terbuka bagi UMKM untuk masuk ke rantai pasok regional dan global.
Kepri dinilai punya modal budaya Melayu yang kuat, ekonomi maritim, serta potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang besar. Produk ikan dan olahan hasil laut, kuliner Melayu, fesyen, dan kriya disebut berpeluang dikembangkan menjadi produk halal berstandar internasional.
Tantangan: Naik Kelas dari Produk Lokal ke Global
Tantangan utama yang diidentifikasi Wagub adalah membawa UMKM naik kelas, dari produk lokal menjadi produk global. Bukan hanya soal menjual produk, tetapi menjadi bagian dari global supply chain.
"Produk-produk kita mulai dari ikan dan olahan hasil laut, kuliner Melayu, fesyen dan kriya, hingga berbagai produk UMKM berpeluang dikembangkan menjadi produk halal berstandar internasional," jelasnya.
Nyanyang berharap forum bisnis internasional ini menghasilkan penjajakan kerja sama bisnis, investasi, berbagi pengetahuan, akses market, dan kolaborasi bisnis yang nyata.
"Lebih dari itu, Kepri ingin membangun penjajakan kerja sama bisnis, investasi, berbagi pengetahuan, akses market, dan yang paling penting adalah kolaborasi bisnis yang nyata," demikian Wagub Kepri.