Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau memastikan pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, menyerap 150 hingga 200 tenaga kerja selama masa pengerjaan. Dari jumlah itu, 30 persen di antaranya dialokasikan untuk pekerja lokal Pulau Penyengat yang disesuaikan dengan kemampuan dan keahlian masing-masing. Proyek senilai Rp101 miliar tersebut ditargetkan rampung akhir Desember 2027 dan diproyeksikan mulai dimanfaatkan pada 2028.
TANJUNGPIANG — Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Provinsi Kepri Rodi Yantari menyatakan keterlibatan warga Pulau Penyengat diprioritaskan pada sektor logistik, pengamanan, hingga pengerjaan teknis. Penyerapan tenaga kerja lokal diyakini ikut menggerakkan perputaran uang di pulau kecil yang kaya jejak sejarah Melayu itu.
Menurut Rodi, pemberdayaan pekerja lokal bukan sekadar memenuhi kuota tenaga kerja. Pemprov Kepri berharap dampaknya terasa langsung pada daya beli masyarakat setempat selama masa konstruksi berlangsung.
150-200 Pekerja, 30 Persen dari Warga Penyengat
Rodi merinci, proyek hingga rampung mampu menyerap 150 sampai 200 orang pekerja. Sebanyak 30 persen di antaranya pekerja lokal yang disesuaikan dengan kemampuan maupun keahliannya.
"Proyek ini hingga rampung mampu menyerap 150 sampai 200 orang pekerja, 30 persen di antaranya pekerja lokal yang disesuaikan dengan kemampuan maupun keahliannya," kata Rodi di Tanjungpinang, Jumat.
Penempatan warga Penyengat menyasar pekerjaan yang bisa dikerjakan sesuai kapasitas keahlian mereka. Rodi menyebut prioritas diberikan untuk logistik, pengamanan, dan pengerjaan teknis.
Arahan Gubernur: Perputaran Uang Harus Berputar di Penyengat
Rodi menegaskan arahan Gubernur Kepri Ansar Ahmad agar proyek strategis ini memberdayakan warga lokal. Tujuannya, meningkatkan perputaran uang di masyarakat Pulau Penyengat.
"Sebagaimana arahan Bapak Gubernur Ansar Ahmad, proyek ini harus memberdayakan warga lokal untuk meningkatkan perputaran uang di masyarakat Penyengat," ujar Rodi.
Selain soal tenaga kerja, Rodi menjamin pelaksanaan pekerjaan museum dan monumen bahasa nasional berjalan tepat waktu, tepat mutu, dan transparan. Pemprov Kepri menggandeng Kejaksaan Tinggi Kepri, BPKP, serta Inspektorat untuk mendampingi sekaligus mengawasi proyek tahun jamak tersebut.
Anggaran Rp101 Miliar, Target Rampung Akhir 2027
Pembangunan proyek ini menelan anggaran sekitar Rp101 miliar. Rodi menyebut target penyelesaian pada akhir Desember 2027, dengan pemanfaatan dimulai pada 2028.
"Target kami 2028 sudah bisa dimanfaatkan, bahkan rencananya peringatan 100 tahun Sumpah Pemuda 28 Oktober 2028 dipusatkan di museum dan monumen bahasa nasional Penyengat," ujar Rodi.
Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kamis (24/9). Museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat akan menjadi penanda jejak sejarah lahirnya bahasa Indonesia dari bahasa Melayu, khususnya dari pulau tersebut.