Pencarian

Mendagri Tito Letakkan Batu Pertama Museum Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Serap Anggaran Rp101 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 • 13:19:32 WIB
Mendagri Tito Letakkan Batu Pertama Museum Bahasa Nasional di Pulau Penyengat, Serap Anggaran Rp101 Miliar
Mendagri Tito Karnavian meletakkan batu pertama pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Tanjungpinang.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meletakkan batu pertama pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Proyek senilai Rp101 miliar tersebut ditargetkan rampung akhir 2027 dan akan menjadi ruang edukasi asal-usul bahasa Indonesia dari bahasa Melayu. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebut pembangunan ini sebagai komitmen merawat jejak sejarah di kawasan yang melahirkan pahlawan nasional Raja Ali Haji.

TANJUNGPINANG — Pembangunan museum dan monumen bahasa nasional di Pulau Penyengat resmi dimulai setelah peletakan batu pertama oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Proyek tersebut menelan anggaran sekitar Rp101 miliar dan ditargetkan selesai pada akhir 2027. Lokasinya berada di kawasan yang selama ini diyakini sebagai titik tumbuh bahasa Melayu sebelum menjadi bahasa Indonesia.

Mendagri menilai pembangunan ini memperjelas garis historis bahasa Indonesia. Menurutnya, jejak bahasa Melayu yang menjadi akar bahasa persatuan akan terkumpul di satu tempat yang bisa diakses publik.

"Pembangunan ini secara sistematis menandakan bahwa bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu, dan semua jejaknya terkumpul di museum ini," kata Tito saat peletakan batu pertama di Pulau Penyengat, Kamis.

Ruang Edukasi bagi Generasi Muda dan Wisatawan

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan museum dan monumen ini dirancang sebagai ruang edukasi bagi generasi muda. Keberadaannya juga diharapkan memperkuat posisi Pulau Penyengat sebagai kawasan wisata sejarah dan kebudayaan.

Ansar merujuk pada sosok Raja Ali Haji yang mendapat gelar pahlawan nasional pada 2004. Dari Pulau Penyengat, kata dia, lahir dasar tata bahasa dan kamus bahasa Melayu yang menjadi cikal bakal bahasa Indonesia.

"Raja Ali Haji dianggap berjasa karena meletakkan dasar tata bahasa dan kamus bahasa Melayu yang kemudian menjadi cikal bakal bahasa Indonesia," ucap Ansar.

Mendagri Minta Proyek Dilanjutkan Siapa pun Pemimpinnya

Tito mengingatkan agar pembangunan museum dan monumen bahasa nasional tidak berhenti di tengah jalan saat terjadi pergantian kepala daerah. Ia menyebut banyak infrastruktur seperti stadion terbengkalai setelah pemimpin berganti.

"Museum dan monumen ini jadi pemersatu bangsa Indonesia. Harus dijaga dan dilanjutkan siapapun pemimpinnya," ujarnya.

Mendagri juga mengapresiasi Gubernur Ansar Ahmad yang dinilai berani merealisasikan proyek ini di tengah keterbatasan anggaran daerah. Menurutnya, proyek tersebut akan menjadi warisan besar bagi warga Penyengat, bangsa Indonesia, hingga saudara serumpun Melayu di Malaysia dan Singapura.

Bahasa Melayu dan Akar Bahasa Persatuan

Bahasa Melayu memiliki peran historis dalam perkembangan bahasa Indonesia. Bahasa itu lama dipakai sebagai bahasa pengantar antardaerah sehingga menempati posisi penting dalam pembentukan identitas kebangsaan Indonesia.

Museum dan monumen di Penyengat diharapkan menjadi rujukan bagi siapa pun yang ingin menelusuri asal-usul bahasa Indonesia. Tito menyebut warga bisa langsung datang ke lokasi untuk mempelajari jejak tersebut.

"Kalau ingin tahu lebih dalam tentang asal-usul bahasa Indonesia dari bahasa Melayu. Kita bisa datang ke museum ini," ujar Tito.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: kepri.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks