Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Prof Agung Dhamar Syakti mengajak 876 wisudawan dan wisudawati membaca serta mengambil peluang dari perkembangan ekonomi biru. Ajakan itu disampaikan pada Sidang Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-19 dan Wisuda Program Sarjana XXVII serta Program Pascasarjana IX di Kampus UMRAH, Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Sabtu. Agung menegaskan lulusan UMRAH bukan sekadar pencetak sarjana, melainkan benteng dan pembangun peradaban maritim yang inklusif, modern, serta berdaya saing global.
TANJUNGPINANG — Wisuda kali ini meluluskan 876 wisudawan dan wisudawati dari enam fakultas dan program pascasarjana. Mereka resmi menyelesaikan pendidikan akademik di kampus yang berdiri di Pulau Dompak, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau.
Agung menempatkan momen kelulusan ini sebagai titik masuk bagi alumni untuk terlibat dalam transformasi ekonomi nasional. Menurutnya, ekonomi biru kini menjadi salah satu bidang penting pembangunan Indonesia.
Empat Sektor Ekonomi Biru yang Dibuka untuk Lulusan
Rektor memerinci sejumlah potensi yang bisa digarap lulusan UMRAH. Cakupannya mulai dari karbon biru dari ekosistem mangrove dan lamun, hilirisasi industri rumput laut, pengelolaan perikanan berkelanjutan, hingga investasi maritim hijau.
Dari situ, ia mendorong lulusan melihat ruang-ruang baru yang belum tergarap. Inovasi logistik maritim terintegrasi, energi biru, ekowisata pesisir berbasis masyarakat, dan teknologi pemantauan karbon biru disebut sebagai bidang yang terbuka lebar.
"Ekonomi biru jadi pilar utama program peradaban maritim, UMRAH menegaskan posisinya bukan lagi sekadar institusi pencetak sarjana, melainkan benteng dan pembangun peradaban maritim yang inklusif, modern, serta berdaya saing global," kata Agung.
Blue Ocean Strategy dan Peringatan soal Ketidakpastian Global
Untuk membaca peluang itu, Agung menawarkan pendekatan Blue Ocean Strategy atau strategi samudera biru. Kerangka ini, menurutnya, membantu lulusan menemukan ruang pasar yang belum diperebutkan.
Ia pun menyinggung bahwa dunia profesional menuntut kemampuan beradaptasi dan keberanian menciptakan peluang. Lulusan didorong tidak hanya berorientasi menjadi pencari kerja, tetapi juga membangun nilai baru lewat inovasi.
"Jadilah pencipta peluang, bukan sekadar pencari kerja," ujarnya.
Kopi Gonggong hingga Aplikasi Carbon Offset
Di lingkungan kampus, sejumlah inovasi sudah dikembangkan sebagai contoh konkret. Ada produk kopi gonggong, kopi mangrove, serta aplikasi carbon offset yang digarap sivitas akademika UMRAH.
Contoh-contoh itu memperlihatkan bahwa potensi ekonomi biru bisa diterjemahkan menjadi produk bernilai jual. Tidak berhenti di riset, tetapi menyentuh usaha yang bisa dijalankan alumni.
Agung juga mengingatkan pentingnya resiliensi saat menghadapi ketidakpastian ekonomi dan perubahan global. Dalam kondisi itu, integritas dan nilai-nilai Gurindam XII Raja Ali Haji diharapkan menjadi kompas moral alumni.
"Selamat kepada seluruh wisudawan yang akan memasuki dunia profesional, kewirausahaan, maupun pengabdian kepada masyarakat dengan membawa identitas sebagai lulusan PTN berbasis kemaritiman di Kepri," demikian Rektor UMRAH.