KEPULAUAN RIAU — Microsoft menyatakan portofolio Surface yang terbatas jadi alasan tidak ada PC Surface bermesin AMD saat ini. Padahal Surface Laptop 3 dan 4 pernah menawarkan opsi chip AMD sebelum akhirnya dihentikan sejak generasi Surface Laptop 5. Keputusan ini menuai pertanyaan karena Microsoft justru menggandeng AMD untuk konsol Xbox generasi berikutnya.
Surface CVP Brett Ostrum angkat bicara soal absennya AMD di jajaran Surface. Dalam wawancara dengan Windows Central, ia menegaskan Microsoft punya hubungan kerja yang baik dengan AMD, tetapi ukuran lini produk Surface membatasi pilihan mitra chip yang bisa diakomodasi.
"We love working with AMD. We have a limited portfolio, and so we have to make our choices pretty wisely in terms of what we're doing and where we're doing," ujar Ostrum, yang juga menegaskan kembali "I love working with AMD."
Pernyataan itu jadi penjelasan resmi pertama Microsoft setelah bertahun-tahun bungkam soal hilangnya AMD dari daftar pemasok chip Surface.
Jejak AMD di Lini Surface
AMD bukan pendatang baru di ekosistem Surface. Pada 2019, Microsoft merilis Surface Laptop 3 dengan dua opsi prosesor sekaligus, Intel dan AMD. Langkah itu jadi yang pertama sepanjang sejarah lini Surface.
Kemitraan tersebut bertahan dua generasi. Setelah Surface Laptop 4, Microsoft menghentikan opsi AMD begitu Surface Laptop 5 meluncur, dan tidak pernah menghadirkan kembali chip itu di model berikutnya.
Keputusan itu kontras dengan lini Surface 2026 yang kini memakai chip dari hampir semua pemasok utama, mulai dari Intel, Snapdragon, hingga NVIDIA yang kabarnya segera menyusul.
Beda Nasib dengan Divisi Xbox
Di ranah konsol, hubungan Microsoft dan AMD justru makin erat. AMD akan menjadi pemasok chip untuk Xbox generasi berikutnya, dan chip yang sama juga dipakai di konsol Xbox yang masih diproduksi saat ini.
Artinya, AMD tetap jadi mitra strategis Microsoft di perangkat gaming, hanya saja tidak di lini PC Surface. Alasan portofolio terbatas yang disebut Ostrum pun dipertanyakan sejumlah pengamat, mengingat Microsoft dulu sanggup menawarkan satu perangkat dengan dua pilihan chip sekaligus.
Kabar Chip Sound Wave dan Nasibnya
Tahun lalu sempat beredar rumor bahwa Microsoft tengah menyiapkan Surface bermesin chip berbasis Arm dari AMD dengan nama kode Sound Wave. Chip tersebut dikabarkan bakal meluncur pada 2026, tetapi hingga kini belum ada tanda-tanda kehadirannya.
Belum diketahui apakah Sound Wave masuk kategori chip kelas atas atau menengah, sehingga posisinya di lini Surface yang terbatas masih abu-abu. Jika benar dirilis, chip ini berpotensi membuka jalan kembalinya AMD ke jajaran Surface.
Untuk sekarang, posisi resmi Microsoft tetap sama: portofolio Surface terlalu kecil untuk menampung AMD, dan perusahaan memilih memprioritaskan mitra lain lebih dulu.
Dampak ke Calon Pembeli Surface di Indonesia
Bagi pengguna di Indonesia, absennya AMD di Surface berarti pilihan tetap terbatas pada varian Intel dan Snapdragon yang dijual resmi lewat kanal Microsoft dan mitra ritel lokal. Varian Snapdragon umumnya jadi pilihan untuk mobilitas dan daya tahan baterai, sementara Intel menawarkan kompatibilitas aplikasi Windows yang lebih luas.
Konsumen yang berharap varian AMD dengan rasio harga-performa lebih kompetitif harus menunggu kepastian soal chip Sound Wave. Sampai ada pengumuman resmi, Surface dengan AMD belum masuk rencana jangka pendek Microsoft.