Pencarian

Dua Wakil Indonesia ke Final Bulu Tangkis Asian Games 2026, Taufik Hidayat Berharap Emas Tambahan

Selasa, 29 September 2026 • 17:33:31 WIB
Dua Wakil Indonesia ke Final Bulu Tangkis Asian Games 2026, Taufik Hidayat Berharap Emas Tambahan
Pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah melaju ke final Asian Games 2026 setelah mengalahkan wakil China dua gim langsung.

KEPULAUAN RIAU — Dua pasangan bulu tangkis Indonesia memastikan tempat di partai final Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sama-sama lolos tanpa kehilangan gim, membuka peluang tambahan medali emas bagi Kontingen Merah Putih.

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI Taufik Hidayat menyaksikan langsung babak semifinal di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Senin (28/9/2026). Ia berharap cabang bulu tangkis kembali menyumbangkan emas untuk Indonesia pada ajang yang berlangsung di Jepang tersebut.

Dari empat wakil Indonesia yang tampil di semifinal, dua pasangan berhasil melaju ke partai puncak. Dua wakil lainnya harus puas membawa pulang medali perunggu.

Amri/Nita Hajar Pasangan China Dua Gim Langsung

Pasangan ganda campuran Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah mengamankan tiket final setelah mengalahkan Feng Yan Zhe/Huang Dongping dari China. Mereka menang dua gim langsung dengan skor 21-12, 21-14.

Kemenangan itu memperlihatkan dominasi Amri/Nita sepanjang pertandingan. Pasangan China tidak diberi ruang untuk mengembangkan permainan sejak gim pertama.

Leo/Daniel Tak Kehilangan Gim Sepanjang Semifinal

Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin menyusul ke final dengan mengalahkan Kim Won Ho/Seo Seung Jae dari Korea Selatan. Skor akhir 21-11, 21-14 memastikan Leo/Daniel melaju tanpa kehilangan satu gim pun.

Konsistensi keduanya di semifinal menjadi modal penting menghadapi laga puncak. Lawan yang menanti berada di level kompetitif yang setara.

Alwi Farhan dan Fajar/Fikri Sumbang Perunggu

Alwi Farhan harus mengakui keunggulan tunggal putra Thailand Kunlavut Vitidsarn. Ia kalah dua gim langsung, 13-21, 15-21, dan membawa pulang medali perunggu.

Medali perunggu lainnya diraih Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Langkah mereka terhenti setelah kalah dari Liang Weikeng/Wang Chang melalui pertandingan tiga gim, 17-21, 21-13, 9-21.

Taufik mengaku berharap Alwi dan Fajar/Fikri bisa melangkah lebih jauh. Meski demikian, ia tetap mengapresiasi perjuangan kedua wakil tersebut.

"Maunya juga tadi kan di Alwi bisa menang, tapi ya bersyukur. Fajar/Fikri juga kalah tadi. Tapi ya udah, mereka sudah maksimal. Kita lupakan yang tadi, kita lihat besok finalnya. Mudah-mudahan mereka bisa berikan yang terbaik," kata Taufik.

Asian Games Jadi Modal Alwi dan Ubed Naik Level

Bagi Alwi, Asian Games Aichi-Nagoya merupakan debutnya di ajang tersebut. Meski belum mencapai final, pemain muda itu mampu menembus semifinal dan mengamankan perunggu.

Taufik menilai pencapaian itu bisa menjadi bekal berharga untuk menghadapi turnamen internasional berikutnya.

"Buat Alwi progresnya bagus ya. Ini Asian Games pertama buat Alwi, mudah-mudahan jadi pelajaran. Lebih ke tahu, mungkin Alwi kan juga mulai naik levelnya ke atas, jadi tahu lah lawan siapa-lawan siapa. Untuk pertandingan berikutnya masih banyak juga," tutur Taufik.

Mohammad Zaki Ubaidillah atau Ubed telah lebih dulu mencatat prestasi bersama tim beregu putra. Ia menjadi bagian skuad yang mempersembahkan emas pertama bagi Kontingen Merah Putih setelah Indonesia mengalahkan China 3-2 di final beregu putra. Ubed tampil sebagai penentu kemenangan usai mengalahkan Weng Hong Yang pada pertandingan kelima.

Kunci Final: Kesiapan Mental dan Fisik

Taufik menekankan pertandingan final membutuhkan kesiapan mental dan fisik yang lebih baik. Menurutnya, lawan yang dihadapi berada pada level kompetitif tertinggi.

"Sebenarnya kalau udah di level atas itu kan udah sama saja ya. Yang penting dia siap. Udah final udah enggak ada peringkat satu atau dua itu. Harus maksimal lah semuanya," ujar Taufik.

Amri/Nita dan Leo/Daniel selanjutnya menjalani laga penentuan untuk memperebutkan medali emas. Hasil kedua pertandingan itu menjadi peluang bulu tangkis menambah koleksi emas Kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Follow kepriline.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: vibizmedia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks